OJK Catat Keuangan Berkelanjutan Capai Rp916,6 T per 22 April

CNN Indonesia | Jumat, 23/04/2021 10:20 WIB
OJK mencatat capaian keuangan berkelanjutan Indonesia sebesar Rp916,6 triliun per 22 April 2021. OJK mencatat capaian keuangan berkelanjutan Indonesia sebesar Rp916,6 triliun per 22 April 2021.(CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia --

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat capaian keuangan berkelanjutan Indonesia (green financing) sebesar Rp916,6 triliun per 22 April 2021. Jumlah itu terdiri dari global sustainability bond sebesar Rp11,35 triliun, green and gender bond Rp59,9 triliun, green loans Rp809,75 triliun, dan blended finance Rp35,6 triliun.

"Sektor jasa keuangan merupakan motor penggerak dalam pembiayaan berkelanjutan. OJK mendorong sektor jasa keuangan baik perbankan, industri keuangan non-bank dan pasar modal melalui green financing," ucap Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso dalam keterangan resminya, Kamis (22/6).

Wimboh mengatakan OJK terus berupaya mendorong keuangan berkelanjutan lewat berbagai langkah dan Kebijakan. Pertama, meluncurkan inisiatif keuangan berkelanjutan khususnya yang telah dituangkan dalam Roadmap Keuangan Berkelanjutan Tahap II (2021-2025).


Selanjutnya, mendukung Task Force on Climate RI-AS dan menjadi bagian dari Task Force 4 (TF 4) Sustainable and Blended Finance for Our Common Future. Langkah ini dilakukan dengan kerja sama untuk mendorong ketersediaan pembiayaan dari aspek teknologi dan akses pengembangannya.

Beberapa kerja sama yang telah dijalin antara lain program capacity building bagi Lembaga Jasa Keuangan (LJK) khususnya di sektor energi bersih dengan USAID, serta kerja sama pengembangan pilot project Bali Center for Sustainable Finance (BCSF) antara OJK dan Universitas Udayana.

Di samping itu, OJK akan menciptakan skema pembiayaan inovatif untuk mendukung keuangan berkelanjutan dan perwujudan target transisi pembiayaan konvensional ke green/sustainability project, serta mendukung skema blended finance di Indonesia.

OJK, lanjut Wimboh, juga telah menginisiasi pengembangan Taksonomi Hijau Indonesia yang dikoordinasikan dengan kementerian/lembaga terkait dan terlibat aktif sebagai anggota dalam ASEAN Taxonomy Board untuk mengembangkan taksonomi keuangan berkelanjutan di kawasan Asia Tenggara.

Di luar itu, upaya lain yang dilakukan OJK adalah mengembangkan Sustainable Business Model Pilot Project di sektor pariwisata dan perikanan, mengembangkan pusat informasi keuangan berkelanjutan SF Information Hub, berpartisipasi di berbagai forum internasional serta mengoptimalkan pemanfaatan pendanaan internasional.

[Gambas:Video CNN]



(hrf/age)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK