Cara Cek Skor Kredit, Belajar Dari Insiden Paylater Traveloka

CNN Indonesia | Rabu, 21/04/2021 16:36 WIB
Netizen mengeluhkan skor kredit macet yang diperolehnya akibat Paylater Traveloka yang tidak dilakukannya. Netizen mengeluhkan skor kredit macet yang diperolehnya akibat Paylater Traveloka yang tidak dilakukannya. Ilustrasi. (CNN Indonesia/Safir Makki).
Jakarta, CNN Indonesia --

Seorang pengguna Twitter @ridu mengeluh kualitas kredit-nya menjadi buruk akibat PayLater Traveloka. Padahal, ia mengaku tidak pernah menggunakan produk pembiayaan dari online travel agent tersebut.

Kejadian bermula ketika ia mengajukan pendaftaran kartu kredit ke bank. Sayangnya, pengajuan kartu kreditnya ditolak karena kualitas kredit yang bersangkutan masuk kategori KOL 5.

Untuk diketahui, kategori KOL 5 atau kolektibilitas 5 adalah kategori paling buruk, yaitu macet. Debitur dalam kategori ini menunggak pembayaran pokok dan/atau bunga lebih dari 180 hari. Sontak ia kaget, lantaran selama ini tidak pernah ada tunggakan cicilan kredit yang melebihi jatuh tempo.


"Kaget dong, gue selama ini segala macam tagihan nggak ada yang lewat jatuh tempo, kok ini malah kredit macet?," tulisnya lewat Twitter, dikutip Rabu (21/4).

Selanjutnya, ia berinisiatif untuk mengecek tunggakan kreditnya melalui Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Dari informasi SLIK tersebut, ia tercatat memiliki tiga jenis kredit masuk kategori KOL 5 dengan jumlah tunggakan yang bervariasi mulai dari Rp400 ribu, Rp1 juta, dan Rp3 juta.

Semua tunggakan kredit itu berasal dari PT Caturnusa Sejahtera Finance, yaitu perusahaan mitra untuk layanan PayLater Traveloka.

Lantas, bagaimana cara mengetahui skor kredit seperti yang dilakukan oleh @ridu tersebut?

Melansir laman resmi OJK, skor kredit dapat diketahui dari Informasi Debitur (iDeb) yang diperoleh dari SLIK. Layanan tersebut bisa diakses secara online.

"Layanan informasi Debitur (iDeb) secara online tidak dapat melayani permintaan yang dikuasakan, konsumen dapat melakukan permintaan iDeb secara mandiri tanpa kuasa," bunyi informasi OJK.

Pertama, nasabah harus melakukan registrasi melalui lamanhttps://konsumen.ojk.go.id/minisitedplk/registrasi.

Kedua, nasabah memiliki jenis informasi debitur dan tanggal antrian. Kolom kantor OJK diisi dengan Kantor Pusat OJK, Jakarta. Sedangkan tanggal layanan adalah tanggal iDeb SLIK akan dikirimkan melalui email.

Ketiga, nasabah diminta mengisi seluruh data yang diminta secara lengkap dan benar pada formulir yang telah disediakan. Meliputi, nama lengkap, NIK, nomor handphone, alamat lengkap, email, dan sebagainya.

Keempat, nasabah diminta untuk mengunggah foto atau scan dokumen asli yang dibutuhkan. Meliputi, KTP untuk WNI, paspor untuk WNA, identitas pengurus bagi badan usaha, bisa berupa KTP atau paspor, NPWP badan usaha, dan akta pendirian atau anggaran dasar pertama.

Kelima, nasabah diminta menunggu email dari OJK yang berisi bukti registrasi antrian SLIK online. Keenam, OJK akan memverifikasi data nasabah.

Jika proses verifikasi selesai, nasabah akan mendapatkan email dari OJK yang berisi informasi hasil verifikasi antrian SLIK online paling lambat H-2 dari tanggal antrian.

Ketujuh, apabila data dan dokumen yang disampaikan telah memenuhi persyaratan atau dinyatakan valid, maka nasabah diminta untuk mengikuti instruksi pada email tersebut.

Meliputi, cetak formulir pada email untuk melengkapi data dan memberikan tanda tangan sebanyak tiga kali.

Lalu, nasabah diminta untuk foto/scan formulir yang telah ditandatangani itu dan dikirim ke nomor WhatsApp yang tertera dalam email beserta foto selfie dengan menunjukkan KTP.

Nantinya, OJK akan melakukan verifikasi lanjutan via WhatsApp dan melakukan video call apabila dibutuhkan.

"Jika data Anda lolos verifikasi WhatsApp, OJK akan mengirimkan hasil iDeb SLIK beserta cara membaca iDeb melalui email," tulis OJK.

Khusus untuk permintaan iDeb yang diwakili oleh ahli waris ada dokumen tambahan yang harus dilampirkan saat verifikasi via WhatsApp, yaitu foto/scan akta/surat keterangan kematian dan akta/surat keterangan ahli waris.

Pertanyaan lebih lanjut mengenai SLIK dapat menghubungi kontak OJK di saluran telepon 157, [email protected], maupun layanan WhatsApp di nomor 081 157 157 157.

[Gambas:Video CNN]



(ulf/bir)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK