Lonjakan Kasus Covid-19 Global Tekan Rupiah ke Rp14.525

CNN Indonesia | Jumat, 23/04/2021 09:20 WIB
Nilai tukar rupiah melemah 0,03 persen ke Rp14.525 per dolar AS pada perdagangan Jumat (23/4) pagi. Nilai tukar rupiah melemah 0,03 persen ke Rp14.525 per dolar AS pada perdagangan Jumat (23/4) pagi. Ilustrasi. (ANTARA FOTO/NOVA WAHYUDI).
Jakarta, CNN Indonesia --

Nilai tukar rupiah berada di posisi Rp14.525 per dolar AS pada perdagangan pasar spot Jumat (23/4) pagi. Posisi tersebut melemah 0,03 persen dibandingkan perdagangan Kamis (22/4) sore di level Rp14.520 per dolar AS.

Pagi ini, mata uang di kawasan Asia bergerak bervariasi terhadap dolar AS. Yen Jepang menguat 0,01 persen, dolar Singapura menguat 0,08 persen, peso Filipina menguat 0,06 persen, dan rupee India menguat 0,68 persen.

Sebaliknya dolar Taiwan melemah 0,14 persen, won Korea Selatan melemah 0,09 persen, yuan China melemah 0,04 persen, dan bath Thailand terpantau melemah 0,06persen. Sedangkan ringgit Malaysia masih belum bergerak alias stagnan.


Sementara itu, mata uang di negara maju bergerak bervariasi terhadap dolar AS. Poundsterling Inggris melemah 0,13 persen dan dolar Australia melemah 0,19 persen. Sedangkan dolar Kanada menguat 0,17 persen dan franc Swiss menguat 0,08 persen.

Pengamat pasar keuangan Ariston Tjendra mengatakan bertahannya yield obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun di bawah 1,6 persen bisa membantu mendorong penguatan rupiah terhadap dolar AS hari ini.

Selain itu, ekspektasi pasar yang masih tinggi terhadap pemulihan ekonomi global juga bisa membantu mendorong penguatan aset berisiko termasuk rupiah. "Data-data ekonomi dari negara-negara besar yang membaik mendasari ekspektasi tersebut," ujarnya melalui keterangan tertulis.

Tapi, di sisi lain, kekhawatiran pasar soal kenaikan kasus covid-19 global yang bisa menekan pemulihan ekonomi menjadi sentimen negatif yang bisa menahan laju penguatan.

[Gambas:Video CNN]

"Terkoreksinya indeks saham AS karena rencana kenaikan pajak capital gains untuk warga kaya di AS, juga bisa menjadi sentimen negatif," imbuhnya.

Dari dalam negeri, musim dividen juga bisa menahan laju penguatan rupiah karena kebutuhan dolar untuk pembayaran dividen yang meninggi. "Rupiah berpotensi menguat ke arah Rp14.480-Rp14.500 per dolar AS, dengan potensi resisten di kisaran Rp14.550 per dolar AS," pungkasnya.

(hrf/sfr)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK