EDUKASI KEUANGAN

3 Tips Siapkan Biaya Pernikahan Idaman di Tengah Pandemi

Wella Andany, CNN Indonesia | Sabtu, 24/04/2021 09:39 WIB
Pernikahan untuk setiap orang merupakan hari istimewa. Berikut 3 tips menyiapkan biaya pernikahan idaman di tengah pandemi. Pernikahan untuk setiap orang merupakan hari istimewa. Berikut 3 tip menyiapkan biaya pernikahan idaman di tengah pandemi.(StockSnap/Pixabay).
Jakarta, CNN Indonesia --

Pernikahan untuk setiap orang merupakan hari istimewa, mengikat janji setia dengan pasangan hidup disaksikan oleh keluarga dan orang-orang terdekat.

Konsep pernikahan idaman bisa jadi sudah dicanangkan sejak jauh-jauh hari sebelum hari pernikahan digelar, dari mempersiapkan tema pernikahan, gaun, makanan apa yang akan dihidangkan, hingga jumlah tamu yang diundang.

Sayangnya, sejak pandemi menghadang awal Maret tahun lalu, ekonomi yang seret berdampak pada dompet pekerja. Banyak perusahaan lesu yang memangkas biaya beban dengan memotong gaji karyawan, bahkan mencicil tunjangan hari raya (THR) di masa pandemi.


Bagi pasangan muda yang punya tabungan pas-pasan tentu kedua hal itu menjadi faktor penentu seperti apa acara pernikahan akan digelar.

Menurut Wedding Organizer DNR Wedding Planner Deska Nur Ramdina, pandemi justru menjadi waktu yang tepat untuk menghelat pernikahan beranggaran rendah (low budget). Bahkan, anggaran dapat dipangkas hingga 50-70 persen.

Lantas, bagaimana cara menyiasati anggaran pas-pasan guna mewujudkan pernikahan impian yang diidamkan? Berikut tip dan triknya:

1. Pangkas Pengeluaran Non-Esensial

Perencana Keuangan Aidil Akbar menyebut untuk mereka yang secara ekonomi terdampak pandemi namun sudah kepalang merencanakan pernikahan, Anda tidak perlu menunda pernikahan hingga pandemi berakhir dan perekonomian membaik.

Ia menilai pernikahan bisa saja dilakukan, namun harus ada penyesuaian. Misalnya, fokuskan pengeluaran untuk pos esensial saja. Dalam hal ini, resepsi bisa ditiadakan mengingat selama pandemi juga dilarang untuk berkerumun.

Atau, Anda bisa hanya merayakan hari istimewa dengan keluarga dekat saja tanpa harus merasa bersalah tak mengundang banyak tamu.

Aidil menyebut biasanya anggaran pernikahan membengkak karena tamu yang diundang membludak. Rasa bersalah menyelinap bila hanya mengundang teman tertentu saja sehingga undangan disebarkan untuk ratusan tamu.

Ujung-ujungnya biaya konsumsi, suvenir, dan biaya lainnya membengkak. Ini bisa dihindari selama pandemi.

"Kalau acara kecil pengeluaran ga banyak, biasanya yang mahal itu resepsi, anggaran bisa hemat 70 persen," katanya pada CNNIndonesia.com, Jumat (23/4).

Bila pengeluaran untuk pernikahan biasanya banyak dihabiskan untuk menyewa gedung dan hidangan tamu, di masa pandemi anggaran yang membesar adalah untuk teknologi.

Karena tak bisa mengundang teman dan kerabat, pernikahan ala pandemi biasanya disiarkan secara daring kepada tamu undangan. Untuk pos ini, Aidil menilai pengeluaran relatif murah karena dokumentasi bisa dilakukan oleh orang terdekat bila menghindari pengeluaran tambahan.

2. Manfaatkan Tren Pernikahan Praktis

Tak hanya mengubah cara belajar dan bekerja, virus covid-19 juga mengubah cara orang menikah. Saat ini sedang ramai dilakukan pernikahan ala 'Akad Nikah Aja Dulu' yang menggabungkan akad nikah dan ramah tamah resepsi menjadi satu konsep.

Deska menyebut dengan konsep ini, calon pengantin sudah mendapatkan satu paket lengkap seperti make up (riasan), busana, katering, dekorasi, MC (pembawa acara), wedding organizer (WO) atau perencana pernikahan, hiburan, dan dokumentasi dengan harga yang ramah dompet.

Ia menyebut biasanya untuk akad ditambah resepsi biaya bisa mencapai Rp100 juta, namun dengan inovasi selama pandemi, biaya bisa ditekan senilai Rp35 juta untuk satu paket penuh.

Namun, karena seluruh persiapan dilakukan oleh penyelenggara (WO), maka Anda harus cermat dalam memilih penyelenggara bila tak mau kecewa.

"Walau judulnya akad tapi acara bisa menjadi seperti yang diinginkan dan lebih modern, bukan hanya sekedar akad tetapi juga ada ramah tamah dalam konsep semi resepsi," jelasnya.

3. Sesuaikan Budget, Jangan Berutang

Anggaran pernikahan dilarang keras diambil dari utang. 'Big no' menurut Aidil karena pernikahan adalah momentum memulai hidup baru Anda dan pasangan.

Dengan mengambil utang, Anda memulai bahtera rumah tangga dari minus. Karena itu Aidil menyarankan untuk menyesuaikan pernikahan dengan anggaran yang ada di tangan.

Mencatatkan pernikahan di kantor urusan agama (KUA) saja sebetulnya tidak menjadi masalah bila anggaran tidak memungkinkan pernikahan mewah.

Untuk menghemat pengeluaran, Deska memberikan beberapa tip. Pertama, pilih vendor yang bisa diajak konsultasi soal pernikahan impian dengan menyesuaikan budget.

Kedua, menggunakan undangan daring, bukan undangan fisik. Ketiga, tentukan lokasi pernikahan yang terjangkau dari tempat tinggal. Keempat, sebaiknya menyewa daripada membeli guna menekan harga.

Terakhir, tidak perlu menghelat pernikahan mewah, pernikahan bisa saja sederhana namun yang penting berkesan bagi calon pengantin.

[Gambas:Video CNN]

(age/age)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK