EDUKASI KEUANGAN

3 Trik Bijak Gunakan THR

Yuli Yanna Fauzie, CNN Indonesia | Sabtu, 03/04/2021 09:00 WIB
Bulan Ramadan sudah di depan mata, begitu pula THR. Berikut 3 trik agar bijak menggunakan THR. Bulan Ramadan sudah di depan mata, begitu pula THR. (CNN Indonesia/Safir Makki).
Jakarta, CNN Indonesia --

Bulan Ramadan tinggal menghitung hari. Begitu pula dengan lebaran dan tunjangan hari raya (THR) yang juga ditunggu para pekerja.

Sebagai bonus, THR kadang menjadi amunisi tambahan bagi arus kas (cash flow) seseorang, tabungan, hingga dana segar untuk investasi. Tapi, tak jarang juga THR cuma 'numpang lewat' karena pengeluaran yang terlalu besar atau kurang bijak membelanjakannya.

Nah, bagaimana cara bijak memakai THR tersebut? Berhubung masih masa pandemi covid-19, maka CNNIndonesia.com akan memberikan dua skenario.


Pertama, saat seseorang mendapat THR dengan nominal yang utuh. Kedua, THR yang terpotong karena mungkin saja masih ada perusahaan yang terkena imbas pandemi dan harus memangkas nominal bonus lebaran bagi pekerjanya.

"Tapi intinya dalam menggunakan THR adalah tidak boleh lebih dari anggaran yang didapat, entah full (penuh) atau dipotong, tetap disesuaikan dengan yang didapat," kata Perencana Keuangan dari Finansia Consulting Eko Endarto, Kamis (1/4).

THR Penuh

Menurut Eko, saat mendapat THR penuh, maka penggunaannya boleh lebih leluasa. Misal, bila semula THR biasa digunakan untuk keperluan mudik, tapi karena mudik dilarang, maka bisa digunakan untuk berlibur sederhana seperti staycation di hotel terdekat.

"Tentu kalau punya kelebihan dana, bisa digunakan untuk kenikmatan, asal tidak mudik, karena kan dilarang tahun ini. Tapi jangan lupa dahulukan kewajiban-kewajibannya," ujar Eko.

Kewajiban yang dimaksud misalnya, pemenuhan kebutuhan harian bila masih kurang, pelunasan utang atau cicilan kredit, hingga alokasi untuk hari raya itu sendiri, seperti dana untuk orang tua dan pekerja di rumah yang juga perlu dapat THR. Begitu juga dengan belanja untuk lebaran.

"Yang masih ada utang atau cicilan, ini bisa dilunasi duluan agar bebas dari utang," imbuhnya.

Kalau semua kewajiban sudah dipenuhi, lalu ada lebihnya, boleh untuk menikmati hidup, atau bisa juga untuk tambahan investasi. Apalagi, hampir seluruh instrumen investasi lagi cukup 'cuan' untuk dikoleksi.

Misalnya, saham yang lagi merah, reksadana saham yang turun, hingga surat utang yang imbal hasilnya tengah meningkat.

"Ini saatnya, kecuali (deposito) perbankan, justru lagi turun," ucapnya.

THR Terpotong

Nah, bagi mereka yang THR-nya terpotong pada tahun ini, Perencana Keuangan dari Advisors Alliance Group Indonesia Andy Nugroho menekankan prinsip skala prioritas serta kalkulasi kualitas dan kuantitas.

Misal, seluruh kebutuhan yang perlu dipenuhi tetap sama, mulai dari tambahan kebutuhan harian, utang atau cicilan kredit, hingga dana bagi anggota keluarga dan hari raya, maka aturlah prioritasnya.

Urutannya, yaitu utang dulu diamankan pembayarannya. Lalu, penuhi kebutuhan harian, baru untuk hari raya itu sendiri. Selanjutnya, terapkan prinsip kalkulasi kualitas dan kuantitas.

Contohnya, dari sisi kualitas, misal untuk kebutuhan makan-makan di hari raya, tidak menggunakan banyak cabai dan daging sapi karena lagi mahal.

"Ya konsekuensinya, makan tidak sepedas biasanya, atau daging tidak sebanyak biasanya, tapi menu bisa disesuaikan," tutur Andy.

Sementara untuk kuantitas, bisa diterapkan pada pemberian angpao lebaran. Bila biasanya memberi angpao Rp100 ribu, bisa dikurangi jadi Rp50 ribu per keponakan misal.

"Ya mungkin efeknya 'Yah Om ini kasih angpao cuma segini', tapi tidak apa, ini bisa jadi pembelajaran bagi anak untuk pahami situasi," ucapnya.

[Gambas:Video CNN]



Jangan Bobol Tabungan, Apalagi Cairkan Investasi

BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK