Ekonomi Syariah Tumbuh Lebih Kencang dari Ekonomi Nasional

CNN Indonesia | Rabu, 28/04/2021 10:34 WIB
Wapres Ma'ruf Amin mengklaim ekonomi syariah lebih baik dari ekonomi nasional pada 2020 kemarin karena kontraksinya hanya 1,72 persen. Ma'ruf Amin mengklaim ekonomi syariah lebih baik dibanding ekonomi nasional pada 2020 kemarin. (CNN Indonesia/Priska Sari Pratiwi).
Jakarta, CNN Indonesia --

Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengatakan kinerja ekonomi syariah Indonesia 2020 masih lebih baik ketimbang ekonomi secara nasional. Pasalnya, kontraksi ekonomi syariah tercatat hanya sebesar 1,72 persen.

Itu masih lebih kecil jika dibandingkan ekonomi nasional yang minus hingga 2,07 persen.

"Kinerja ekonomi syariah di masa pandemi didorong oleh beberapa sektor prioritas dalam rantai nilai halal terutama sektor pertanian dan makanan halal yang masih tumbuh positif," ungkap Ma'ruf dalam Webinar Ekonomi Syariah, Rabu (28/4).


Sementara, sektor ekonomi syariah yang paling tertekan karena terdampak pandemi covid-19 adalah pariwisata ramah muslim. Selain itu, pengusaha di bidang fesyen juga terkena imbas pandemi.

Meski begitu, tekanan di sektor fesyen tak sebesar pariwisata ramah muslim karena terbantu penjualan secara online. Data Bank Indonesia (BI), kata Ma'ruf, menunjukkan nominal transaksi produk halal melalui perdagangan elektronik (e-commerce marketplace) tumbuh 49,52 persen pada Mei-Desember 2020.

"Pada Mei 2020 bertepatan dengan pembatasan arus mudik dan pengurangan hari libur sepanjang Hari Raya Idul Fitri 1441 H, justru terjadi lonjakan transaksi produk halal melalui e-commerce marketplace hingga tumbuh 7,25 persen," jelas Ma'ruf.

[Gambas:Video CNN]

Menurutnya, fesyen menjadi produk halal yang mendominasi transaksi pada 2020. Pangsa pasar sektor tersebut mencapai 86,63 persen dari total nominal transaksi lewat e-commerce marketplace.

Sementara, Ma'ruf menyatakan masyarakat kerap memang memanfaatkan digitalisasi dalam melakukan transaksi pembayaran selama pandemi covid-19. Pada 2020, uang elektronik dan transfer bank menjadi metode yang mendominasi transaksi produk halal di e-commerce marketplace.

Data yang diterima Ma'ruf menunjukkan transaksi yang menggunakan uang elektronik sebesar 42,1 persen dari pangsa pasar, sedangkan transfer bank sebesar 23,08 persen dari pangsa pasar. Lalu, volume transaksi keuangan digital perbankan Indonesia mencapai 553,6 juta atau tumbuh 42,47 persen pada Maret 2021.

"Nilai transaksinya juga naik 26,44 persen atau mencapai Rp3.025,6 triliun," pungkas Ma'ruf.

(aud/agt)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK