Mendag Minta Produk Lokal Dipajang di Halaman Depan

CNN Indonesia | Selasa, 04/05/2021 06:40 WIB
Mendag Muhammad Lutfi meminta e-commerce menempatkan produk lokal di halaman terdepan platform untuk mendukung kampanye bangga buatan Indonesia. Mendag Muhammad Lutfi meminta e-commerce menempatkan produk lokal di halaman terdepan platform untuk mendukung kampanye bangga buatan Indonesia. Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah).
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi meminta produk lokal ditempatkan di halaman paling depan dalam platform e-commerce. Hal tersebut perlu dilakukan oleh pelaku usaha e-commerce dalam negeri sekaligus untuk mendukung kampanye bangga buatan Indonesia.

Menurutnya, dengan memberikan ruang strategis untuk produk lokal, kecenderungan pengunjung marketplace untuk memilih produk tersebut makin besar.

"Kami minta dukungan dari asosiasi supaya barang-barang buatan Indonesia mempunyai laman kalau tidak yang pertama, yang terdepan lah supaya mereka bisa mendapatkan pandangan pertama supaya orang punya minat berbelanja," ungkapnya dalam diskusi virtual FMB, Senin (3/5).


Meski demikian, tidak berarti Lutfi bisa memaksa orang untuk selalu berbelanja produk Indonesia. Laku atau tidaknya produk lokal di platform e-commerce bergantung pada kualitas dan harganya.

"Yang kita bisa kerjakan memastikan bahwa barang-barang yang dijual kompetitif, harganya menarik dan paling penting dari semuanya itu terlihat baik, nyaman dipakainya dan harganya terjangkau," imbuh Lutfi.

Karena itu lah, lanjut Lutfi, kementeriannya menggelar pelatihan untuk pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) untuk dapat meningkatkan kualitas produk mereka di e-commerce.

Pelatihan pemasaran produk juga dilakukan agar produk-produk khusus yang mereka jual dengan harga relatif mahal mendapatkan pembeli.

Ia mencontohkan produk kain tenun yang merupakan kerajinan tangan khas Indonesia. Produk tenun beserta turunannya tak dapat disamakan dengan produk pabrikan yang harganya lebih murah.

Sebab, selain modalnya lebih mahal, proses produksi produk tersebut juga memakan waktu yang lama.

"Tenun itu memakan waktu setidaknya 2 bulan sampai 40 hari yang simpel-simpel. Jaket (tenun) itu harganya Rp 3 juta-Rp4 juta, kalau kita tidak bisa mengunikkan barang-barang tersebut secara e-commerce, ini tidak akan menarik," pungkasnya.

[Gambas:Video CNN]



(hrf/bir)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK