Puncak Arus Mudik, 109 Ribu Kendaraan Bakal Keluar Jabotabek

CNN Indonesia | Rabu, 05/05/2021 13:12 WIB
PT Jasa Marga (Persero) Tbk memprediksi sebanyak 109.327 kendaraan bakal meninggalkan Jabotabek pada puncak arus mudik 11 Mei 2021 mendatang. PT Jasa Marga (Persero) Tbk memprediksi sebanyak 109.327 kendaraan bakal meninggalkan Jabotabek pada puncak arus mudik 11 Mei 2021 mendatang. (CNNIndonesia/Safir Makki).
Jakarta, CNN Indonesia --

PT Jasa Marga (Persero) Tbk memprediksi sebanyak 109.327 kendaraan bakal meninggalkan Jabotabek pada puncak arus mudik 11 Mei 2021 mendatang.

Operation & Maintenance Management Group Head Jasa Marga Atika Dara Prahita mengatakan secara total diproyeksikan jumlah kendaraan keluar Jabotabek melalui gerbang tol utama pada periode 6-12 Mei 2021 mencapai 593.185 kendaraan.

Angka tersebut merupakan kumulatif arus lalu lintas (lalin) dari beberapa Gerbang Tol (GT) barrier/utama, yaitu GT Cikupa (arah Barat), GT Ciawi (arah Selatan), dan GT Cikampek Utama dan GT Kalihurip Utama (arah Timur). Jumlah ini turun sekitar 35 persen dari lalu lintas normal.


"Kami juga memprediksi adanya peningkatan volume lalin pada masa pengetatan mudik yang jatuh pada hari Rabu, 5 Mei 2021, dengan jumlah 138.508 kendaraan yang meninggalkan Jabotabek. Dua prediksi ini juga merupakan kumulatif arus lalin dari empat GT Barrier/Utama yang telah disebutkan sebelumnya," jelas dia dalam keterangan resmi, Selasa (5/5).

Pihaknya akan menutup sementara jalan layang Mohammed Bin Zayed (MBZ) atau Tol Layang Jakarta-Cikampek untuk membendung calon pemudik. Namun, perseroan masih menunggu Surat Menteri PUPR soal kepastian kapan penutupan bakal berlangsung.

Yang pasti, penutupan akan diberlakukan dua arah baik arah Jakarta maupun arah Cikampek.

"Kami juga akan melakukan penutupan sementara Jalan Layang MBZ sesuai dengan masukan dari pihak Kepolisian. Namun untuk jadwalnya sendiri, hingga saat ini kami masih menunggu surat persetujuan dari Menteri PUPR," tambahnya.

Selain penutupan jalan tol, strategi lain yang dilakukan perusahaan terdiri dari layanan lalu lintas, layanan transaksi, layanan konstruksi hingga layanan rest area.

Untuk layanan lalu lintas, dia menjelaskan kalau Jasa Marga akan mendukung pelaksanaan check point/lokasi penyekatan di jalan tol dengan berkoordinasi bersama Kepolisian dan Ditjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan.

"Jasa Marga akan menyiagakan sarana prasarana dan personil untuk mendukung pelaksanaan pengawasan Kepolisian di lokasi check point tersebut, termasuk melengkapinya dengan CCTV," kata Atika.

Dalam mengantisipasi kendaraan mudik, Jasa Marga akan melakukan pengalihan lalu lintas di gerbang tol terdekat dengan posko penyekatan.

Perseroan juga menyiapkan mobile reader dan tambahan petugas tapping di gerbang tol untuk meningkatkan kapasitas transaksi serta memastikan keberfungsian peralatan tol dan kelengkapan operasional di setiap gerbang tol.

Direktur Pengelolaan Gedung dan Fasilitas PT Jasamarga Related Business Tita Paulina menjelaskan Jasa Marga juga melakukan upaya pencegahan penyebaran covid-19 dengan menerapkan physical distancing dan protokol kesehatan dengan membatasi kapasitas parkir maksimal 50 persen dan waktu singgah pengunjung.

"Kami juga menyediakan lokasi posko kesehatan dalam rangka pelaksanaan random check sampling rapid test antigen di rest area, berkoordinasi dengan Satgas Covid-19 Daerah. Adapun lokasi pelaksanaan kegiatan tersebut yang telah terkonfirmasi hingga saat ini berada di TIP KM 519 B Jalan Tol Solo-Ngawi, TIP KM 57A Jalan Tol Jakarta-Cikampek, TIP KM 72A dan 88A Jalan Tol Cipularang" terangnya.

Di luar empat layanan operasional jalan tol tersebut, Atika menjelaskan adanya peningkatan pelayanan untuk pengguna jalan dengan bekerja sama dengan instansi lainnya.

Salah satunya melaksanakan uji coba patroli udara dengan Indonesia Flying Club (IFC) untuk pemantauan arus lalu lintas di jalan tol guna mendapatkan sumber informasi secara real time, cepat, dan efisien, terutama dalam memantau titik kepadatan di lokasi penyekatan dan pada Gerbang Tol Utama.

"Pemantauan dilakukan pada periode yang berpotensi terjadi peningkatan volume lalin dibandingkan dengan lalin normal. Direncanakan akan dilakukan pada 5-6 Mei 2021 dan 16-17 Mei 2021," imbuh Atika.

[Gambas:Video CNN]



(wel/age)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK