Transaksi Kartu Kredit dan ATM Tembus Rp668 T per April 2021

CNN Indonesia | Kamis, 06/05/2021 06:35 WIB
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan penggunaan kartu kredit dan kartu ATM atau debit tembus Rp668,7 triliun per April 2021. Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan penggunaan kartu kredit dan kartu ATM atau debit tembus Rp668,7 triliun per April 2021.(CNN Indonesia/ Hesti Rika).
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan penggunaan kartu kredit dan kartu ATM atau debit tembus Rp668,7 triliun per April 2021. Ini menunjukkan bahwa tingkat belanja masyarakat mulai naik pada bulan lalu.

"Belanja terjadi lonjakan pada April 2021 naik 32,48 persen. Kami bisa lihat penggunaan kartu kredit, kartu ATM Rp668,7 triliun," ungkap Airlangga dalam konferensi pers, Rabu (5/5).

Selain itu, transaksi digital banking juga tercatat sebesar Rp3.025,6 triliun. Menurut Airlangga, sektor ritel juga mulai menggeliat pada bulan lalu.


Ia berharap konsumsi rumah tangga terus meningkat hingga akhir kuartal II 2021. Dengan begitu, konsumsi bisa tercatat tumbuh positif pada April-Juni 2021.

"Konsumsi rumah tangga diprediksi 6,9 persen sampai 7,9 persen kuartal II 2021," imbuh Airlangga.

Selain itu, ia juga memprediksi konsumsi lembaga non-profit yang melayani rumah tangga (LNPRT) tumbuh 5 persen-5,5 persen. Kemudian, konsumsi pemerintah diprediksi tumbuh 7,6 persen-7,9 persen.

Selanjutnya, Airlangga meramalkan investasi tumbuh 6,4 persen-8,3 persen, ekspor 10,5 persen-12 persen, dan impor 9,5 persen-14 persen. Jika itu semua tercapai, maka Airlangga optimistis ekonomi Indonesia tembus 7 persen pada kuartal II 2021.

Hal itu akan menjadi momentum kebangkitan ekonomi Indonesia usai negatif terus menerus sejak kuartal II 2020 lalu.

Sebagai informasi, konsumsi rumah tangga minus 2,23 persen pada kuartal I 2021. Lalu, konsumsi LNPRT tercatat minus 4,53 persen dan investasi minus 0,23 persen. Sementara, konsumsi pemerintah naik 2,96 persen, ekspor naik 6,74 persen, dan impor naik 5,27 persen.

Secara keseluruhan, ekonomi Indonesia minus 0,74 persen pada kuartal I 2021. Realisasi Produk Domestik Bruto (PDB) ini anjlok dibandingkan kuartal I 2020 lalu yang tumbuh 2,97 persen.

[Gambas:Video CNN]



(aud/age)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK