4 Hal yang Jadi Harapan Penjual Saat Berbisnis di E-commerce

Shopee, CNN Indonesia | Sabtu, 15/05/2021 09:40 WIB
Ada 4 hal yang diinginkan para penjual kala berbisnis di Shopee sebagai e-commerce favorit, yaitu gratis ongkir, seller service, program edukasi, dan exposure. Empat hal yang diinginkan para penjual kala berbisnis di Shopee sebagai e-commerce favorit, yaitu gratis ongkir, seller service, program edukasi, dan exposure. (Foto: Dok. Shopee)
Jakarta, CNN Indonesia --

Momen Idulfitri kerap menjadi peluang meraup keuntungan bagi para penjual di marketplace dan e-commerce. Studi kualitatif yang dilakukan perusahaan riset konsumen NeuroSensum menyatakan hal itu seiring dengan kecenderungan konsumen untuk memanfaatkan marketplace dan e-commerce guna meriset barang yang akan dibeli, yakni sebesar 80 persen.

Kemudian, 69 persen di antaranya mengaku siap berburu diskon online setelah menerima Tunjangan Hari Raya (THR) Lebaran 2021. Selain kue dan parsel, produk fesyen menjadi yang paling banyak dibeli. Associate Director NeuroSensum Grace Oktaviana mengatakan, tantangan sebenarnya bagi penjual daring justru setelah momen Idulfitri usai.

"Selepas momen hari raya, konsumen cenderung mengurangi kebutuhan untuk berbelanja online. Dari studi kualitatif lainnya, NeuroSensum juga mendapati empat hal yang diinginkan oleh para penjual di online marketplace agar lapak jualan mereka tetap ramai," kata Grace, Senin (10/5).


Berdasar riset kualitatif, Grace menyatakan Shopee dinilai sebagai e-commerce paling ideal oleh para penjual di pasar daring. Melalui wawancara, NeuroSensum mendapatkan empat hal yang jadi keinginan para penjual daring, yakni gratis ongkos kirim (ongkir), seller service, program edukasi, serta exposure.

Fitur gratis ongkir Shopee disebut sebagai salah satu pendongkrak jumlah pesanan. Nanda selaku pemilik toko aksesoris asal Malang, Jawa Timur mengatakan gratis ongkir dapat meningkatkan pesanan sampai 100 persen. Promo tanggal kembar hingga program flash sale juga terbukti berpengaruh signifikan terhadap volume penjualan.

"Subsidi ongkir itu sangat membantu untuk daya tarik pembeli karena lokasi seller juga berpengaruh. Masalahnya terkadang pembeli bisa berpikir dua kali kalau ongkirnya mahal. Kayak saya kan lokasinya di Malang. Pembeli biasanya akan cari yang lokasinya dekat-dekat biar ongkirnya bisa murah. Kalau ada free ongkir, lokasi bukan lagi hambatan. Saya tetap kirim barang ke Jakarta, Bali, Sulawesi, atau Kalimantan," tutur Nanda.

Selanjutnya, seller service melalui Relationship Manager (RM) yang disediakan Shopee terbukti membantu para penjual. Berfungsi sebagai jembatan antar penjual dengan marketplace, RM tak hanya akan berbagi informasi promo atau memberi pendampingan jika ada kendala dalam sistem, transaksi, maupun pengaduan. Mereka juga aktif menjadi personal reminder agar penjual tetap berbisnis dan bersaing secara sehat.

Grace menjelaskan, kegagapan terkait teknologi dan pemasaran digital kerap jadi tantangan bagi UMKM.

"Mereka sering kali tidak update atau bahkan tidak mengetahui mengenai promosi-promosi yang dapat mereka lakukan di e-commerce. Nah, tugas RM ini menjembatani gap antara seller dan marketplace tersebut," ungkap Grace.

Berikutnya, program edukasi berupa pelatihan luring dan daring yang membantu penjual mengembangkan usaha. Berbagai topik edukasi dari Shopee yang diterapkan penjual disebut terbukti mampu menyelesaikan masalah, misalnya seperti cara mengunggah produk di toko daring, strategi beriklan, sampai cara pengelolaan gudang.

ShopeeIlustrasi gudang penyimpanan produk UMKM. (Foto: Shopee)

"Pelatihan tata kelola gudang, misalnya, membantu para seller mengoptimalkan ruang gudang yang ada untuk mengakomodasi flow penjualan. Misalnya memisahkan barang untuk toko fisik dengan online, dan sebagainya. Jadi ketika berhitung berapa barang yang keluar, apakah perlu supply lagi, itu semua terpantau dengan baik dengan tata kelola gudang yang baik," kata Grace.

Keempat, penjual daring mengharapkan exposure yang gencar dari e-commerce kepada publik. Shopee yang kerap beriklan di media elektronik, media luar ruang, serta media sosial dinilai sebagai dukungan terhadap para penjual. Pasalnya, semakin banyak iklan yang beredar akan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang Shopee, yang mana membuka lebih besar peluang konsumen untuk melihat dan berbelanja produk di Shopee.

Grace menyatakan, keempat hal tersebut akan memperkuat kolaborasi antara pasar daring dengan penjual hingga kedua belah pihak saling menguntungkan.

"Sejatinya, e-commerce atau online marketplace ideal adalah yang bisa bertumbuh, berkembang bersama penjual, serta mampu memberikan solusi terbaik agar menciptakan sinergi yang seimbang dan berkelanjutan sehingga berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi," ujar Grace.

(rea)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK