Rupiah Keok ke Rp14.300 di Tengah Penguatan Mata Uang Asia

CNN Indonesia | Selasa, 18/05/2021 09:19 WIB
Nilai tukar rupiah merosot 0,13 persen ke Rp14.300 per dolar AS pada perdagangan Selasa (18/5) pagi. Nilai tukar rupiah merosot 0,13 persen ke Rp14.300 per dolar AS pada perdagangan Selasa (18/5) pagi. Ilustrasi. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia --

Nilai tukar rupiah berada di level Rp14.300 per dolar AS pada Selasa (18/5) pagi. Posisi tersebut melemah 0,13 persen dibandingkan perdagangan Senin (17/5) sore di level Rp14.282 per dolar AS.

Pagi ini, mayoritas mata uang di kawasan Asia terpantau menguat terhadap dolar AS. Yen Jepang menguat 0,03 persen, dolar Singapura menguat 0,16 persen, dolar Taiwan menguat 0,27 persen, dan won Korea Selatan menguat 0,14 persen.

Selanjutnya, rupee India menguat 0,10 persen, yuan China menguat 0,08 persen, ringgit Malaysia menguat 0,05 persen, dan bath Thailand menguat 0,08 persen. Hanya peso Filipina yang terpantau melemah 0,03 persen.


Sementara itu, mata uang di negara maju bergerak bervariasi terhadap dolar AS. Poundsterling Inggris melemah 0,26 persen dan dolar Australia melemah 0,32 persen. Sebaliknya dolar Kanada menguat 0,18 persen dan franc Swiss menguat 0,13 persen.

Pengamat pasar keuangan Ariston Tjendra mengatakan hari ini rupiah berpotensi berbalik menguat dengan tertekannya dolar AS terhadap mata uang utama dunia dan regional sejak semalam.

"Rupiah berpotensi menguat ke kisaran Rp14.230 dengan potensi resisten di Rp14.300 per dolar AS," ujarnya dalam keterangan tertulis.

Sementara itu, pasar kembali mengantisipasi ekspektasi Bank Sentral AS yang akan tetap mempertahankan kebijakan pelonggaran moneternya untuk saat ini.

"Sebab, data-data ekonomi AS masih di bawah ekspektasi pasar seperti data tenaga kerja dan penjualan ritel, sementara kenaikan inflasi di AS dianggap hanya sementara karena pemulihan ekonomi," imbuhnya.

Di sisi lain, imbal hasil (yield) obligasi AS tenor 10 tahun yang masih meninggi bisa menahan penguatan nilai tukar terhadap dolar AS.

"Yield masih bertahan di atas 1,6 persen. Kekhawatiran covid dan lockdown juga bisa menahan penguatan hari ini," pungkasnya.

[Gambas:Video CNN]



(hrf/agt)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK