Corona, Temu Tahunan Forum Ekonomi Dunia di Singapura Batal

CNN Indonesia | Rabu, 19/05/2021 05:42 WIB
Forum Ekonomi Dunia (World Economic Forum/WEF) membatalkan pertemuan tahunan di Singapura untuk tahun ini lantaran pandemi covid-19 belum berakhir. Forum Ekonomi Dunia (World Economic Forum/WEF) membatalkan pertemuan tahunan di Singapura untuk tahun ini lantaran pandemi covid-19 belum berakhir. Ilustrasi. (CNN Indonesia/Agust Supriadi).
Jakarta, CNN Indonesia --

Forum Ekonomi Dunia (World Economic Forum/WEF) membatalkan pertemuan tahunan di Singapura untuk tahun ini karena pandemi Covid-19. Sedianya, ajang elit global membahas permasalahan dunia itu dijadwalkan pada 17-20 Agustus 2021.

"Sayangnya, keadaan tragis terjadi di seluruh geografi, prospek perjalanan yang tidak pasti, kecepatan peluncuran vaksinasi berbeda dan ketidakpastian seputar varian baru membuat mustahil untuk mewujudkan pertemuan global dengan para pemimpin bisnis, pemerintah dan masyarakat sipil dari seluruh dunia pada skala yang direncanakan," kata WEF dalam pernyataan yang Senin (17/9), seperti dikutip dari Antara.

Sebelum di Singapura, gelaran yang berlangsung sejak 1971 itu tadinya dijadwalkan berlangsung di resor pegunungan Alpen Swiss di Davos pada Desember lalu. Namun, penyelenggara mengalihkan jadwal karena pandemi.


Dalam beberapa hari terakhir, Singapura memang memberlakukan sejumlah pembatasan untuk menekan penyebaran Covid-19 secara lokal.

Kementerian Perdagangan Singapura menghargai keputusan WEF membatalkan pertemuan itu.

"Sangat menghargai tantangan yang disebabkan oleh pandemi global yang sedang berlangsung, terutama untuk pertemuan besar dengan peserta internasional yang luas," terang Kemendag Singapura.

Selanjutnya, pertemuan tahunan WEF akan berlangsung pada paruh pertama 2022. Lokasi dan tanggalnya akan ditentukan berdasarkan penilaian situasi akhir musim panas ini.

Sebagai informasi, tahun lalu, hampir 3.000 peserta dari 130 negara datang ke WEF di Davos. Pembicara tahun lalu termasuk aktivis lingkungan Greta Thunberg dan Presiden AS Donald Trump.

Pendiri dan Ketua Eksekutif Klaus Schwab mengatakan keputusan untuk membatalkan itu sulit, terutama karena banyak orang ingin berkumpul tidak hanya secara virtual.

"Tetapi pada akhirnya kesehatan dan keselamatan semua orang yang terkait adalah prioritas tertinggi kami," kata Schwab.

[Gambas:Video CNN]



(sfr/agt)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK