Mayapada Hospital Mulai Vaksinasi Gotong Royong Hari Ini

Mayapada Hospital, CNN Indonesia | Selasa, 18/05/2021 13:29 WIB
Mayapada Hospital mendukung program vaksinasi pemerintah dengan menjadi vaksinator untuk karyawan Mayora Group dan PT Gajah Tunggal Tbk mulai Selasa (18/5). Mayapada Hospital mendukung program vaksinasi pemerintah dengan menjadi vaksinator untuk karyawan Mayora Group dan PT Gajah Tunggal Tbk mulai Selasa (18/5). (Foto: Mayapada Hospital)
Jakarta, CNN Indonesia --

Mayapada Healthcare melalui Mayapada Hospital mendukung rangkaian program vaksinasi gotong royong dengan menjadi vaksinator bagi karyawan Mayora Group dan PT Gajah Tunggal Tbk yang dimulai pada Selasa (18/5).

Memasuki vaksinasi tahap ketiga untuk karyawan perusahaan, sesuai program dari pemerintah, harga vaksin akan dibebankan kepada masing-masing perusahaan. Baik Mayapada Hospital Tangerang, Mayapada Hospital Jakarta Selatan, Mayapada Hospital Kuningan, hingga Mayapada Hospital Bogor menyatakan siap melayani sebagai vaksinator program vaksin mandiri.

"Per hari ini, kami memulai rangkaian program vaksinasi mandiri atau gotong royong kepada perusahaan atau badan usaha atau badan hukum di Indonesia dan mendukung pemerintah dalam mempercepat program vaksinasi Covid-19 sebagai salah satu usaha mengendalikan pandemi ini. Kami berkomitmen untuk selalu bersinergi dan membantu pemerintah dalam mempercepat penanganan Covid-19, dan kami siap membantu dalam vaksinasi program pemerintah maupun vaksinasi mandiri atau gotong royong," ujar Group CEO Mayapada Healthcare Jonathan Tahir melalui pernyataan tertulis, Selasa (18/5).


Sebanyak 5 ribu karyawan Mayora Group dan 1.500 karyawan PT Gajah Tunggal mengikuti vaksinasi hari ini, yang dilaksanakan di lokasi masing-masing perusahaan dengan penerapan protokol kesehatan ketat.

Jonathan menambahkan, pihaknya terbuka bagi perusahaan-perusahaan yang hendak menyelenggarakan vaksinasi bagi para karyawan. Seluruh perusahaan, badan usaha, dan badan hukum swasta dapat mengadakan vaksinasi dengan mengirim surat resmi kepada Kementerian Kesehatan atau Kamar Dagang Indonesia (KADIN) dengan melampirkan nama, Nomor Induk Kependudukan, dan alamat.

Proses pengadaan vaksin ini menjadi tanggung jawab Kementerian BUMN dan PT Bio Farma. Sehingga setelah Kementerian BUMN menyetujui permohonan yang diajukan, baru Bio Farma akan mendistribusikan vaksin kepada fasyankes swasta atau vaksinator sesuai penunjukan perusahaan.

Ditegaskan, syarat utama menerima vaksin adalah kondisi tubuh sehat dan tidak sedang dalam pengobatan apapun. Calon penerima vaksin akan terlebih dahulu menjalani pemeriksaan media berupa wawancara atau anamnese tambahan, dilanjutkan pemeriksaan fisik meliputi tensi, nadi, dan suhu. Setelah disuntik, penerima vaksin akan diobservasi selama 30 menit untuk mengantisipasi Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI).

"Setelah sebelumnya menjadi vaksinator bagi lansia, guru, UMKM dan layanan publik, kami sangat terbuka untuk membantu pemberian vaksinasi Gotong Royong
kepada Perusahaan/Badan Usaha/Badan Hukum lainnya baik di area DKI Jakarta maupun daerah luar jakarta seperti Bogor, Tangerang dan Surabaya," ujar Jonathan.

Lebih jauh, ia mengingatkan agar penerima vaksin tetap menerapkan protokol kesehatan yang sesuai.

"Sesuai dengan data Kementrian Kesehatan, dari target cakupan imunisasi sebanyak 107 juta penduduk, sasaran skema vaksin mandiri akan mencapai 75 juta penduduk. Kami berharap mulainya rangkaian vaksin Mandiri/Gotong Royong pada hari ini dapat membantu pemerintah untuk secepatnya mencapai target tahap ke-3 dan ke-4," ungkap Jonathan.

Untuk diketahui, Mayapada Hospital berencana membuka unit Mayapada Hospital Surabaya pada semester kedua 2021. Mayapada Hospital Surabaya berlokasi di Jalan Mayjen Soengkono, dibangun bertingkat 16 lantai degan kapasitas 200 tempat tidur.

(rea)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK