Melihat Gurita Bisnis Peter Sondakh

CNN Indonesia | Senin, 31/05/2021 13:03 WIB
Konglomerat Peter Sondakh memiliki sejumlah perusahaan di berbagai sektor. Berikut daftarnya. Konglomerat Peter Sondakh (kemeja ungu) memiliki sejumlah perusahaan di berbagai sektor. (Giras Pasopati).
Jakarta, CNN Indonesia --

PT Archi Indonesia, perusahaan milik taipan asal Indonesia, Peter Sondakh, segera melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun ini.

Berdiri pada 2010, Archi Indonesia merupakan perusahaan produsen emas raksasa, menjadi salah satu yang terbesar di Asia Tenggara. Mayoritas dari saham Archi Indonesia dipegang oleh PT Rajawali Corpora, perusahaan milik Peter Sondakh.

Selain Archi Indonesia, Peter menjalankan sejumlah bisnis lain di bawah bendera PT Rajawali Corpora yakni PT Eagle High Plantations Tbk, Golden Eagle Energy Tbk, Fortuna Indonesia, St. Regis Bali, The Four Seasons Hotel Jakarta, dan sebagainya.


Tak hanya di dalam negeri, Peter juga membangun bisnisnya di luar negeri lewat Langkawi International Convention Center di Malaysia.

Melansir Forbes, Rajawali Corpora berdiri pada 1984 dan bergerak dalam usaha investasi di bidang perhotelan, media, dan pertambangan.

Menjadi orang terkaya ke-18 di Indonesia versi Forbes pada akhir Mei 2021, Peter Sondakh tercatat memiliki kekayaan bersih senilai US$1,5 miliar.

Melansir situs web resmi Rajawali Group, gurita usaha diawali dengan membangun perusahaan stasiun TV Rajawali Citra Televisi Indonesia atau yang lebih dikenal dengan RCTI.

Peter kemudian merambah ke usaha lainnya. Salah satunya usaha wisata lewat Lombok Tourism Development Corp (LTDC) dan Express Group.

Adapun usaha yang dilepas Rajawali Group adalah perusahaan rokok Bentoel Group dan PT Excelcomindo Pratama atau PT XL Axiata Tbk. Pada 2007, perusahaan juga melakukan spin off atau memisahkan RCTI menjadi RTV atau Rajawali TV.

Dari deretan panjang usaha Peter Sondakh, sektor infrastruktur dan pertambangan menjadi salah satu fokus perusahaan. Pada 2010, Rajawali Group mengakuisisi Bukitasam Transpacific Railway Infrastructure, Nusantara Infrastructure, dan PR Triaryani. Juga, membangun Green Eagle Group, perusahaan kebun minyak kelapa sawit.

Menjadi salah satu usaha terbesarnya, Archi Indonesia membidik pendanaan lewat IPO dengan target senilai Rp3,97 triliun.

Perusahaan menyatakan mampu memproduksi lebih dari 8 ton emas per tahun, selama tiga tahun terakhir. Perseroan melakukan penambangan emas pertamanya di Proyek Toka Tindung melalui PT Meares Soputan Mining (MSM) dan PT Tondano Nusajaya (TTN).

[Gambas:Video CNN]



(wel/sfr)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK