BPH Migas Kembali Resmikan 27 SPBU 1 Harga di Wilayah 3T

BPH Migas, CNN Indonesia | Kamis, 10/06/2021 12:30 WIB
BPH Migas kembali meresmikan 27 SPBU BBM 1 Harga untuk wilayah terdepan, terpencil, tertinggal (3T) secara serentak di TBBM Siantan, Pontianak, Kalbar. BPH Migas kembali meresmikan 27 SPBU BBM 1 Harga untuk wilayah terdepan, terpencil, tertinggal (3T) secara serentak di TBBM Siantan, Pontianak, Kalbar. (Arsip BPH Migas).
Jakarta, CNN Indonesia --

BPH Migas kembali meresmikan Penyalur (SPBU) BBM 1 Harga untuk wilayah terdepan, terpencil, tertinggal (3T) di Indonesia. Kali ini, 27 SPBU diresmikan secara serentak di TBBM Siantan, Pontianak, Kalimantan Barat, Rabu (9/6).

Dengan penambahan 27 penyalur BBM 1 Harga ini, maka total ada 280 SPBU BBM 1 Harga yang sudah diresmikan BPH Migas. Sebelumnya hingga akhir 2020 sebanyak 253 Penyalur BBM 1 Harga di wilayah 3T sudah diresmikan lebih dulu.

Hadir dalam acara peresmian tersebut, Kepala BPH Migas M Fanshurullah Asa bersama Tim, Wakil Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan, EGM PT Pertamina (Persero) MOR VI Kalimantan Freddy Anwar, SAM Pertamina Kalbar Weddy Surya Windrawan dan beberapa perwakilan Pemerintah Kabupaten lokasi BBM 1 Harga yang diresmikan.


Kepala BPH Migas Fanshurullah Asa dalam sambutannya menyampaikan bahwa penjangkauan wilayah 3T dengan BBM 1 Harga adalah upaya mewujudkan keadilan energi. Dengan kehadiran BBM 1 Harga diharapkan ekonomi bisa digerakkan di level daerah.

Hal ini merupakan salah satu bagian dari Nawacita Presiden Joko Widodo yang menginstruksikan agar pembangunan dimulai dari pinggiran.

Penambahan penyalur BBM 1 Harga untuk jenis BBM tertentu dan khusus penugasan nasional dipastikan akan memudahkan masyarakat dalam mengakses kebutuhan energi terutama di wilayah 3T.

"Ini sekaligus merupakan pembangkitan ekonomi, mengubah mindset pembangunan dimulai dari pinggiran, wilayah 3T perlu dibangkitkan menjadi pusat-pusat baru pertumbuhan ekonomi, bukan hanya dari perkotaan yang segala fasilitas lebih siap," Ifan sapaan akrab Kepala BPH Migas.

"BBM 1 harga bukan hanya bentuk perwujudan keadilan tetapi sekaligus menggerakkan ekonomi di wilayah 3T dan mengantisipasi kesenjangan wilayah 3T dengan perkotaan.Sehingga tidak ada lagi daerah-daerah yang termarginalkan," ujarnya.

Sejak instruksi Presiden RI, Joko Widodo pada akhir Desember 2015 untuk melaksanakan Program BBM 1 Harga dan terbitnya Permen ESDM No 36 tahun 2016 sebagai turunan amanah UU Migas, BPH Migas selalu konsisten mengawal Program BBM 1 Harga yang dicanangkan oleh Presiden Jokowi.

BPH Migas telah berhasil mengawal pelaksanaan program BBM 1 Harga mulai Tahun 2017 hingga sekarang. Tercatat sejak 2017 hingga 2019 telah diresmikan 170 Penyalur BBM 1 Harga (160 PT. Pertamina dan 10 PT. AKR Corporindo).

Kemudian pada 2020 diresmikan sebanyak 83 penyalur, dan hari ini sebanyak 27 penyalur. Sehingga Total 280 penyalur BBM 1 Harga yang tersebar di berbagai daerah di wilayah 3T.

Kehadiran BBM 1 Harga sangat dinantikan oleh masyarakat khususnya di wilayah 3T. Bahkan, saking antusiasnya, saat ini ada usulan agar BBM 1 Harga juga menjangkau sampai 769 lokasi di wilayah 3T, yang tentu di luar target pemerintah sebanyak 500 lokasi hingga 2024.

Usulan tersebut saat ini sedang dievaluasi oleh BPH Migas dan Kementerian ESDM.

BPH MIGASKepala BPH Migas, Fanshurullah Asa saat meresmikan 27 SPBU 1 Harga. (Arsip BPH Migas).

Ifan menambahkan, untuk menjamin ketersediaan dan distribusi BBM di luar lokasi 3T berpeluang untuk dikembangkan Pertashop sebagai alternatif pilihan. Dengan investasi kisaran Rp300 juta - Rp500 juta, sudah bisa menyalurkan BBM non subsidi jenis Pertamax yang bersih dan lebih ramah lingkungan.

"Bisa juga ada alternatif lain yaitu Sub Penyalur yang menyalurkan BBM subsidi dan penugasan. Yang membedakan hanya ongkos angkut yang ditetapkan pemda setempat serta konsumen tertutup," ungkap Ifan.

Sementara itu, Wagub Kalbar H. Ria Norsan menyampaikan bahwa keberhasilan pembangunan BBM 1 Harga diharapkan terus berlanjut. Termasuk soal pengawasan agar tepat sasaran, tepat volume dan tidak disalahgunakan.

"Ini tujuan yang sangat mulia sesuai Sila ke-5 Pancasila, keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia," ujarnya.

Adapun EGM PT. Pertamina (Persero) MOR VI Kalimantan, Freddy Anwar mengapresiasi BPH Migas atas kepercayaan yang diberikan menjadi tuan rumah peresmian 27 lokasi Penyalur BBM 1 Harga. Dengan peresmian 27 SPBU 1 Harga ini, berarti Pertamina hingga hari ini telah memiliki 270 Penyalur BBM 1 Harga.

Untuk area Kalimantan, hingga 2024 nanti ditargetkan 96 Penyalur, 41 di antaranya dibangun di Kalbar. Sampai saat ini di Kalbar sudah 17 Penyalur BBM 1 Harga.

"BBM 1 Harga merupakan amanat dari negara untuk, keadilan bagi rakyat, negara hadir untuk rakyat. Ini legacy BPH Migas di era pak Ifan sebagai Kepala BPH Migas, terima kasih atas supportnya," ujar Freddy.

"Pertamina termasuk di Kalbar siap terus mensupport apa yang ditugaskan oleh BPH Migas," ujarnya.

Adapun 27 titik BBM 1 Harga yang diresmikan antara lain di Provinsi Kepulauan Riau satu titik, Nusa Tenggara Barat tiga titik, Nusa Tenggara Timur (NTT) tujuh titik, Kalimantan Barat lima titik, Kalimantan Utara satu titik, Gorontalo satu titik, Sulawesi Tengah dua titik, Sulawesi Selatan satu titik, Maluku satu titik, Maluku Utara satu titik, Papua empat titik.

Untuk di Kalimantan Barat yaitu di Menukung Kabupaten Melawi, Kayan Hulu Kabupaten Sintang, Sungai Melayu Rayak Kabupaten Ketapang, Menjalin Kabupaten Landak, dan Tumbang Titi Kabupaten Ketapang.

(osc)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK