BPH Migas Dorong Perbanyak Integrasi Pertashop

BPH Migas, CNN Indonesia | Minggu, 23/05/2021 21:15 WIB
Tim BPH Migas mengadakan kunjungan ke sejumlah Pertashop di kawasan Bandung yang dilanjutkan dengan tujuan akhir Microsite Exxon Mobile pada Minggu (23/5). Kepala BPH Migas M Fanshurullah Asa. (Foto: Arsip BPH Migas)
Jakarta, CNN Indonesia --

Tim BPH Migas mengadakan kunjungan ke sejumlah Pertashop di kawasan Bandung yang dilanjutkan dengan tujuan akhir Microsite Exxon Mobile pada Minggu (23/5).

Dalam kunjungan tersebut, Kepala BPH Migas M Fanshurullah Asa atau Ifan hadir bersama anggota Komite BPH Migas Ahmad Rizal beserta tim, juga Danramil Ciparay Kapten Inf. Aang Purtoni mewakili Dandim 0624 Kabupaten Bandung, Danramil Margarahayu Kapten Inf. Asep Rudi, SAM Pertamina MOR III Bandung Gustiar Widodo, dan SBM Pertamina Bandung Warih Wibowo.

Ifan menyatakan, Pertashop Margarahayu merupakan percontohan. Hal itu disebabkan karena Pertashop telah terintegrasi dengan bisnis lain, seperti BRILink, LPG Bright Gas, pulsa, air mineral, dan lain-lain.


Dia berharap, ke depannya lebih banyak pertashop dapat dikembangkan menyerupai Pertashop Margarahayu.

"Saya sudah keliling, bahkan sampai ke Sumatera, baru saya temukan yang sudah maju berjalan seperti ini," ujar Ifan.

Aang Purtoni menambahkan, Pertashop Margarahayu melayani konsumen dari segala lapisan. Saat ini, lahan Pertashop Margarahayu disewa seharga Rp10 juta per tahun, dengan investasi senilai Rp700 juta.

Saat ini, lanjut Aang, pihaknya belum mendapat banyak untung. Namun baginya lebih penting bahwa Pertashop Margarahayu tetap berjalan.

SAM Pertamina MOR III Bandung Gustiar Widodo menjelaskan, dari 32 pertashop di wilayahnya, sekitar 50 sampai 60 persen sudah terpadu dengan menyediakan LPG Bright Gas. Ke depannya, penjualan akan dikembangkan dengan produk sembako,] sampai pupuk, dan lain sebagainya.

Sementara pada kunjungan ke Microsite Exxonmobile, disebutkan bahwa penjualan masih minim di kisaran 30 sampai 50 liter per hari. Sang pemilik tanah merangkap menjadi operator dengan sewa tanah senilai Rp15 juta per tahun untuk tiga tahun mendatang.

Di akhir pertemuan, Ifan melontarkan usulan agar seluruh pertashop diintegrasikan dengan BRILink atau LPG Bright Gas. Ia menilai langkah tersebut sebagai siasat bisnis yang saling mendukung dan menguatkan.

(rea)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK