Tunggu Pengumuman The Fed, Rupiah Loyo ke Rp14.225

CNN Indonesia | Selasa, 15/06/2021 16:11 WIB
Nilai tukar rupiah melemah 0,16 persen ke posisi Rp14.225 per dolar AS pada perdagangan pasar spot Selasa (15/6) sore. Nilai tukar rupiah melemah 0,16 persen ke posisi Rp14.225 per dolar AS pada perdagangan pasar spot Selasa (15/6) sore.(CNN Indonesia/ Safir Makki).
Jakarta, CNN Indonesia --

Nilai tukar rupiah berada di posisi Rp14.225 per dolar AS pada perdagangan pasar spot Selasa (15/6) sore. Posisi tersebut melemah 0,16 persen dibandingkan posisi Senin (14/6) sore di level Rp14.202 per dolar AS.

Sementara itu, kurs referensi Bank Indonesia (BI) Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) menempatkan rupiah di posisi Rp14.244, atau melemah dibandingkan posisi hari sebelumnya Rp14.222 per dolar AS.

Sore ini, mata uang di kawasan Asia kompak lesu terhadap dolar AS. Kondisi ini ditunjukkan oleh yen Jepang naik turun 0,02 persen, dolar Taiwan turun 0,12 persen, won Korea Selatan melemah 0,02 persen, dan peso Filipina berkurang 0,29 persen.


Selanjutnya, rupee India turun 0,16 persen, yuan China melemah 0,06 persen, ringgit Malaysia koreksi 0,07 persen, dan bath Thailand turun 0,05 persen. Sedangkan, dolar Singapura berhasil naik 0,02 persen.

Serupa, mayoritas mata uang di negara maju tampak melemah hadapan dolar AS. Tercatat, poundsterling Inggris turun 0,07 persen, dolar Australia melemah 0,21 persen, dan dolar Kanada turun 0,11 persen. Namun, franc Swiss berhasil menguat 0,28 persen per dolar AS.

Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan pelemahan rupiah bersama mayoritas mata uang asing lainnya disebabkan penantian pasar pada hasil rapat Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) bank sentral AS. Pertemuan itu berlangsung pada 15-16 Juni 2021.

"Investor sekarang menunggu keputusan kebijakan Federal Reserve AS untuk petunjuk lebih lanjut tentang inflasi dan kebijakan moneter bank sentral di masa depan," ujarnya dalam riset resmi.

Hasil pertemuan itu akan menentukan arah kebijakan moneter The Fed ke depannya. Namun, selama ini Gubernur The Fed Jerome Powell bersikeras bahwa tekanan inflasi AS bersifat sementara sehingga The Fed belum membutuhkan pengetatan moneter. Namun, ia menilai pelaku pasar tetap harus waspada terhadap setiap perubahan kebijakan The Fed.

Dari dalam negeri, lanjutnya, varian virus corona baru dari Indonesia telah masuk ke Indonesia sehingga menjadi salah satu penyebab lonjakan kasus covid-19. Kondisi ini berlangsung ketika Indonesia berada pada momentum pemulihan ekonomi karena pemerintah terpaksa kembali memberlakukan pembatasan mobilitas.

"PPKM Mikro kembali diperpanjang mulai 15-28 Juni ini di 34 provinsi dan diharapkan dengan pengetatan PPKM dan percepatan vaksinasi ini bisa terus mendorong pemulihan ekonomi di tahun ini," ucapnya.

[Gambas:Video CNN]



(ulf/age)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK