Ribuan Personel PLN Jaga Pasokan Listrik di RS & Faskes Covid

PLN, CNN Indonesia | Rabu, 16/06/2021 16:18 WIB
PLN menyiagakan total 11.821 personel di wilayah yang mengalami peningkatan Covid-19, antara lain di DKI Jakarta, Jabar, Jateng, Yogyakarta, dan Jatim. Mendukung upaya pemerintah Indonesia menanggulangi pandemi, PLN menyiagakan total 11.821 personel yang terdiri dari pegawai dan mitra kerja pada sejumlah wilayah yang mengalami peningkatan kasus positif Covid-19, antara lain di DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Jawa Timur. (Foto: dok. PLN)
Jakarta, CNN Indonesia --

Mendukung upaya pemerintah Indonesia menanggulangi pandemi, PLN menyatakan akan memastikan keandalan pasokan listrik, khususnya di tempat-tempat vital penanganan pasien Covid-19.

Direktur Bisnis Regional Jawa, Madura, dan Bali Haryanto WS mengatakan, PLN menyiagakan total 11.821 personel yang terdiri dari pegawai dan mitra kerja pada sejumlah wilayah yang mengalami peningkatan kasus positif Covid-19, antara lain di DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Jawa Timur.

"Kami komitmen mendukung berbagai upaya yang dilakukan pemerintah dalam menangani Covid-19. Upaya penanganan ini harus dilakukan secara bersama-sama. Dan PLN siap menjaga keandalan listrik untuk rumah sakit dan fasilitas kesehatan," ucap Haryanto.


Di Jawa Barat, 4.236 personel disiagakan dengan persiapan sarana pendukung berupa 700 unit kendaraan, 103 genset, 20 UPS, 99 UGB, dan 12 unit mobil deteksi. Haryanto menyebut PLN telah melakukan pengecekan jaringan listrik di 27 kabupaten/kota, terutama yang menyuplai pasokan listrik untuk 17 wilayah Jawa Barat.

"Pasca Gubernur Jabar menyatakan Bandung Raya siaga 1 darurat Covid-19, kami langsung melakukan gelar pasukan dan peralatan untuk memastikan pasokan listrik, khususnya ke pusat kesehatan, rumah sakit, dan sentra vaksinasi berjalan baik," tutur Haryanto.

PLNMendukung upaya pemerintah Indonesia menanggulangi pandemi, PLN menyiagakan total 11.821 personel yang terdiri dari pegawai dan mitra kerja pada sejumlah wilayah yang mengalami peningkatan kasus positif Covid-19, antara lain di DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Jawa Timur. (Foto: dok. PLN)

Untuk DKI Jakarta, 2.356 personel bersiaga dengan sarana pendukung 6 unit UPS, 4 Unit Kabel Bergerak (UKB), 20 unit power bank dengan total kapasitas 8.860 kilo Volt Ampere (kVA), 17 Unit Gardu Bergerak (UGB), dan 4 unit mobil crane.

Haryanto menjelaskan, Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet mempunyai kapasitas daya 11.080.000 Volt Ampere (VA) dengan 3 gardu distribusi yang memasok 7 tower. Ada 3 sumber dari gardu berbeda yang memasok listrik, terdiri dari 1 suplai utama dan 2 suplai cadangan dengan kualitas listrik yang sama.

Sistem kelistrikan di Wisma Atlet juga dilengkapi dengan Automatic Change Over (ACO) di sisi tegangan menengah sebagai alat untuk memindahkan pasokan listrik dari suplai utama ke suplai cadangan, apabila yang utama mengalami gangguan.

Ditambahkan, saat ini Pemprov DKI Jakarta berencana memanfaatkan Wisma Atlet Tower 8 di Pademangan, juga Rusun Nagrak sebagai opsi antisipasi lonjakan pasien Covid-19. Wisma Atlet Tower 8 Pademangan mempunyai daya listrik 4.845.000 VA yang dipasok oleh 1 sumber utama dan 2 sumber cadangan. Seperti Wisma Atlet Kemayoran, sistem kelistrikan ke lokasi tersebut juga dilengkapi dengan ACO.

Sedangkan Rusun Nagrak di Cilincing memiliki total daya listrik 7.195.000 VA dan dilayani 3 gardu distribusi untuk 14 tower. Sistem kelistrikan di lokasi tersebut berasal dari 2 sumber listrik yang terdiri dari sumber utama dan cadangan.

"Secara sistem kelistrikan Wisma Atlet Pademangan dan Rusun Nagrak sudah siap dan petugas kami juga siap melayani 24 jam," kata Haryanto.

Di Jawa Tengah dan Yogyakarta, PLN menyiagakan 3.560 personel, 377 kendaraan roda empat, 35 mobil PDKB, 4 unit UPS, 119 unit trafo mobile, dan 116 genset.
Data PLN menunjukkan, ada 320 rumah sakit dan tempat penanganan Covid-19 di Jateng dan Yogyakarta, 295 di antaranya berada di Jateng dan 25 di Yogyakarta.

Sementara di Jawa Timur, PLN menyiagakan 1.669 petugas, serta sarana pendukung berupa 6 unit UPS mobile, 4 unit UPS portable, 18 unit genset, dan 15 UGB untuk 23 RS rujukan Covid-19. 14 rumah sakit berada di Surabaya, 1 di Madiun, 2 di Malang, 1 di Jember, 1 di Kediri, 1 di Tuban, 1 di Banyuwangi, 1 di Bojonegoro dan 1 di Sidoarjo.

Vaksinasi untuk Pegawai dan Tenaga Alih Daya PLN

PLNMendukung upaya pemerintah Indonesia menanggulangi pandemi, PLN menyiagakan total 11.821 personel yang terdiri dari pegawai dan mitra kerja pada sejumlah wilayah yang mengalami peningkatan kasus positif Covid-19, antara lain di DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Jawa Timur. (Foto: dok. PLN)

Di tengah pelayanan menjaga pasokan listrik, Haryanto mengatakan PLN juga berkomitmen mendukung pelaksanaan program vaksinasi Covid-19. Hingga Rabu (16/6), lebih dari 230 ribu pegawai dan Tenaga Alih Daya (TAD) telah divaksin.

Menurut Haryanto, PLN ingin memberi layanan terbaik tanpa menyebabkan masyarakat khawatir.

"Kami sangat mendukung program pemerintah untuk melakukan vaksinasi. Sebagai perusahaan layanan publik yang harus bekerja 24 jam dalam 7 hari, tentu kami harus memastikan petugas kami tetap bekerja meski di tengah pandemi. Kami yakin vaksinasi ini sebagai langkah efektif untuk meminimalisir dampak Covid-19 dari dan kepada masyarakat," ujarnya.

Vaksinasi untuk pegawai PLN akan terus dilakukan secara bertahap di seluruh Indonesia. Meski telah divaksin, PLN memastikan semua pegawai dan TAD tetap menjalankan protokol kesehatan dengan memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, dan menghindari kerumunan.

(rea)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK