Kasus Corona Melonjak Kembali Tekan Rupiah ke Rp14.432

CNN Indonesia | Rabu, 23/06/2021 16:09 WIB
Nilai tukar rupiah melemah 0,21 persen ke posisi Rp14.432 per dolar AS di perdagangan pasar spot pada Rabu (23/6) sore. Nilai tukar rupiah melemah 0,21 persen ke posisi Rp14.432 per dolar AS di perdagangan pasar spot pada Rabu (23/6) sore. (CNN Indonesia/Hesti Rika).
Jakarta, CNN Indonesia --

Nilai tukar rupiah berada di posisi Rp14.432 per dolar AS di perdagangan pasar spot pada Rabu (23/6) sore. Posisi ini melemah 30 poin atau 0,21 persen dari Rp14.402 per dolar AS pada Selasa (22/6).

Sementara kurs referensi Bank Indonesia (BI), Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) menempatkan rupiah di posisi Rp14.454 per dolar AS atau melemah dari Rp14.421 per dolar AS pada Selasa kemarin.

Di kawasan Asia, rupiah melemah bersama won Korea Selatan minus 0,5 persen, baht Thailand minus 0,44 persen, yen Jepang minus 0,22 persen, peso Filipina minus 0,21 persen, ringgit Malaysia minus 0,11 persen, dolar Singapura minus 0,11 persen, dan yuan China minus 0,01 persen.


Namun, dolar Hong Kong berhasil menguat 0,01 persen dan rupee India 0,17 persen. Sebaliknya, mayoritas mata uang utama negara maju berhasil bersandar di zona hijau. Hanya franc Swiss yang melemah 0,07 persen dan euro Eropa minus 0,06 persen.

Sedangkan dolar Kanada menguat 0,13 persen, poundsterling Inggris 0,15 persen, dolar Australia 0,17 persen, dan rubel Rusia 0,54 persen.

Analis sekaligus Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi menilai pelemahan nilai tukar rupiah pada hari ini masih dibayangi lonjakan kasus positif virus corona atau covid-19 di Indonesia. Apalagi, saat ini jumlah kasus covid-19 di Indonesia sudah mencapai 2 juta kasus.

Pasar menilai tingginya lonjakan kasus covid-19 di dalam negeri terjadi karena pemerintah kurang tegas dan tidak konsisten dalam menghadapi pandemi.

"Lonjakan penularan covid-19 di Indonesia (dinilai) bukan karena kesalahan masyarakat semata, namun permasalahan kebijakan pemerintah yang tidak konsisten dalam mengatasi pandemi juga menjadi faktor penyebab karena khawatir ekonomi akan melambat dan padahal sudah otomatis ekonomi melambat," ungkap Ibrahim.

Sementara dari global, pelemahan rupiah mendapat dampak dari kebijakan bank sentral AS, The Federal Reserve yang menilai pemulihan ekonomi negeri Paman Sam masih cukup kuat, meski belum akan mengubah kebijakan moneternya.

[Gambas:Video CNN]



(uli/age)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK