Rupiah Tertekan ke Rp14.440 Usai Kenaikan Kasus Corona di RI

CNN Indonesia | Kamis, 24/06/2021 16:12 WIB
Nilai tukar rupiah melemah 0,05 persen ke level Rp14.440 per dolar AS pada perdagangan pasar spot Kamis (24/6) sore. Nilai tukar rupiah melemah 0,05 persen ke level Rp14.440 per dolar AS pada perdagangan pasar spot Kamis (24/6) sore.(CNN Indonesia/Andry Novelino).
Jakarta, CNN Indonesia --

Nilai tukar rupiah berada di posisi Rp14.440 per dolar AS pada perdagangan pasar spot Kamis (24/6) sore. Posisi tersebut melemah 0,05 persen dibandingkan posisi Rabu (23/6) sore di level Rp14.432 per dolar AS.

Sementara kurs referensi Bank Indonesia (BI), Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) menempatkan rupiah di posisi Rp14.462 per dolar AS atau melemah dari Rp14.454 per dolar AS kemarin.

Sore ini, mayoritas mata uang di kawasan Asia terpantau menguat terhadap dolar AS. Kondisi ini ditunjukkan oleh yen Jepang naik 0,09 persen, dolar Singapura naik 0,04 persen, ringgit Malaysia menguat 0,01 persen, dan yuan China bertambah 0,03 persen.


Kemudian, peso Filipina naik 0,09 persen, dolar Taiwan berhasil menguat 0,07 persen, rupee India naik 0,06 persen, dan won Korea Selatan naik 0,12 persen. Sedangkan, bath Thailand turun 0,10 persen.

Serupa, mayoritas mata uang di negara maju tampak perkasa di hadapan dolar AS. Tercatat, poundsterling Inggris naik 0,07 persen, dolar Kanada menguat 0,06 persen, dan dolar Australia menguat 0,03 persen. Sedangkan, franc Swiss melemah 0,13 persen terhadap dolar AS.

Analis Pasar Uang Ariston Tjendra menuturkan rupiah tertekan oleh kenaikan kasus aktif covid-19 di Indonesia. Data Kementerian Kesehatan mengungkapkan jumlah kasus aktif secara nasional bertambah 15.308 pada Rabu (23/6) yang merupakan rekor baru.

"Pasar kemungkinan masih mengkhawatirkan kasus covid-19 yang masih terus menciptakan rekor kasus baru kemarin," ujarnya kepada CNNIndonesia.com.

Ia menuturkan pasar khawatir lonjakan kasus covid-19 menghambat momentum pemulihan ekonomi Indonesia. Pasalnya, pemerintah memperketat PPKM mikro selama dua pekan yakni mulai dari 22 Juni hingga 5 Juli 2021 mendatang.

"Pembatasan aktivitas yang lebih lama karena kasus baru masih terus meningkat, bisa menghambat laju pemulihan ekonomi," ujarnya.

[Gambas:Video CNN]



(ulf/age)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK