AirAsia Ingin Belajar dari Gojek, Sang Pelopor Super App

Gojek, CNN Indonesia | Kamis, 08/07/2021 21:10 WIB
Gojek mengembangkan sayap bisnisnya di kancah internasional dengan menggandeng AirAsia digital untuk mengambil alih operasional Gojek Thailand. Gojek mengembangkan sayap bisnisnya di kancah internasional dengan menggandeng AirAsia digital untuk mengambil alih operasional Gojek Thailand. (Dok.Istimewa).
Jakarta, CNN Indonesia --

Gojek mengembangkan sayap bisnisnya di kancah internasional dengan menggandeng AirAsia digital untuk mengambil alih operasional Gojek Thailand.

Kesepakatan yang saling menguntungkan ini membuat Gojek mendapatkan saham di AirAsia Super App yang bisnisnya kini memiliki valuasi US$1 miliar.

Pada saat bersamaan Gojek akan meningkatkan investasi di Vietnam dan Singapura sebagai sentra pertumbuhan bisnis internasional mereka.


Khusus di Singapura, Gojek bakal menambah jumlah mitra pengemudi dan merchant, meningkatkan pengalaman pengguna, serta meluncurkan produk dan layanan baru. Misalnya peluncuran produk terbaru GoTaxi atau layanan pesan taksi melalui aplikasi Gojek di Singapura.

Sementara di Vietnam, Gojek akan segera meluncurkan layanan transportasi roda empat GoCar. Layanan ini melengkapi layanan roda dua, logistik, dan pesan antar makanan yang sudah tersedia.

Ketika ditanya oleh awak media tentang hal apa saja yang bisa dipelajari oleh Air Asia dari Gojek, Tony Fernandes,

CEO Group AirAsia, Tony Fernandes memberikan penjelasan mengenai apa yang dipelajari AirAsia dari Gojek. Menurutnya Gojek telah berhasil membuktikan model bisnisnya berjalan sukses di Indonesia dan Singapura.

"Bagi saya, Gojek telah membuktikan bisnisnya dapat berjalan dan saya ingin meniru mereka. Gojek selalu berada di lini terdepan (dalam bisnis ini)," ujarnya.

Lebih lanjut, Tony menyatakan kekagumannya terhadap Gojek. Dia menerangkan bahwa pelopor dari penerbangan bertarif rendah (low-cost airline) adalah Southwest, RyanAir serta EasyJet. AirAsia pun meniru ketiga maskapai itu dalam menghadirkan penerbangan bertarif rendah.

Demikian dengan Gojek yang telah menjadi pelopor Super-App di Asia Tenggara yang ditiru banyak perusahaan lain. Atas dasar itu, AirAsia juga akan belajar banyak dari Gojek.

"Tentunya, akuisisi ini bukan hanya tentang Thailand, tapi juga tentang bagaimana saya belajar dari Gojek dalam membangun operasi bisnisnya di Thailand, yang diambil dari kesuksesan mereka di Indonesia dan Singapura," ujarnya.

"Jadi, nilai Gojek untuk Air Asia digital adalah yang pertama akuisisi bisnis; kedua adalah hubungan dengan karyawan Gojek; dan ketiga adalah kolaborasi yang kami dapat lakukan bersama dan saling melengkapi," pungkasnya.

(osc)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK