RK Sebut Uji Coba Kereta Cepat Jakarta-Bandung Oktober 2022

CNN Indonesia | Rabu, 14/07/2021 07:04 WIB
Gubernur Jabar Ridwan Kamil menyebut Kereta Cepat Jakarta-Bandung akan menghadirkan pusat ekonomi baru, salah satunya di Kabupaten Karawang. Gubernur Jabar Ridwan Kamil menyebut Kereta Cepat Jakarta-Bandung akan menghadirkan pusat ekonomi baru, salah satunya di Kabupaten Karawang. Ilustrasi. (CNN Indonesia/Aria Ananda).
Bandung, CNN Indonesia --

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengungkapkan uji coba Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) ditargetkan pada Oktober 2022. Pada Januari 2022, seluruh beton proyek tersebut sudah tersambung sepenuhnya.

"Kalau tidak salah, akhir tahun depan (operasi). Bulan Januari proyek kereta cepat Jakarta-Bandung akan tersambung betonnya. Kemudian relnya pada pertengahan tahun depan dan diharapkan mulai percobaan kereta pertama pada bulan Oktober 2022," ujar Ridwan di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Selasa (13/7).

Menurut Emil, Kereta Cepat Jakarta-Bandung ini nantinya menghadirkan pusat ekonomi baru yakni di Kabupaten Karawang, Walini dan juga Tegalluar di Kabupaten Bandung.


"Kalau tanpa ada kereta cepat tidak akan mungkin logika itu hadir, investor juga susah. Namun dengan kereta cepat akan lahir tiga kota baru, di Karawang, di Walini dan di daerah Tegalluar di daerah Kabupaten Bandung," ucapnya.

Selain kereta cepat, pembangunan infrastruktur jalan tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) ditargetkan selesai akhir tahun ini atau sekitar enam bulan lagi.

Jalan tol ini nantinya akan menjadi penghubung antara Bandung dengan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) di Kertajati, Majalengka.

Menurut pria yang akrab disapa Emil ini, Jalan Tol Cisumdawu diharapkan bisa meningkatkan aktivitas penumpang di Bandara Kertajati.

"Kami punya Bandara Kertajati yang memang masih belum optimal untuk bandara penumpang karena infrastruktur jalan tol dari Ibu Kota Jawa Barat (Bandung) menuju bandara yaitu Cisumdawunya belum selesai," ujarnya.

Selanjutnya, untuk Pelabuhan Patimban Subang, tahap satu sudah mulai bisa digunakan. Pelabuhan ini akan menjadi yang terbesar dan tercanggih jika seluruh pembangunannya rampung 100 persen dengan kapasitas dua kali lipat dari Pelabuhan Tanjung Priok.

"Pelabuhan sudah beres tahap satu, proyek Kementerian Perhubungan itu sudah bisa dilihat. Jadi bisa sambil main ke Patimban melihat mobil-mobil masuk kapal raksasa yang diekspor ke Brunei. Pelabuhan sudah terjadi dan diresmikan oleh Pak Jokowi," kata Emil.

Sebelumnya, Kementerian BUMN mengatakan Kereta Cepat Jakarta-Bandung bakal mengalami cost deficiency (kekurangan biaya) operasi pada awal pengoperasiannya. Untuk itu, pemerintah tengah bernegosiasi dengan China agar mendapat bantuan pinjaman di awal operasi KCJB nanti.

"Untuk kelangsungan usaha dalam konteks operasional cash flow negatif yang akan terjadi di awal-awal operasi ini, kita sedang skemakan dengan pembiayaan dari bank. Dalam hal ini China Development Bank," ujar Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo dalam rapat di Komisi VI DPR pekan lalu..

Sebagai informasi, proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung dibangun di bawah tanggung jawab PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC). Mayoritas atau 60 persen saham perusahaan digenggam oleh konsorsium PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI), sedangkan 40 persennya dimiliki Beijing Yawan HSR Co.Ltd.

Konsorsium PSBI terdiri dari empat perusahaan, yakni PT Wijaya Karya (Persero) Tbk dengan kepemilikan saham sebesar 38 persen, PT Kereta Api Indonesia (Persero) dan PT Perkebunan Nusantara VIII (Persero) masing--masing 25 persen, serta PT Jasa Marga (Persero) Tbk 12 persen.

[Gambas:Video CNN]



(hyg/sfr)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK