Sandiaga Minta Devisa Rp171 T WNI Masuk ke Wisata Lokal

CNN Indonesia | Jumat, 16/07/2021 12:53 WIB
Menparekraf Sandiaga Uno ingin aliran devisa mencapai Rp171,1 triliun yang biasa digunakan WNI untuk berlibur ke luar negeri beralih ke wisata lokal. Menparekraf Sandiaga Uno ingin aliran devisa mencapai Rp171,1 triliun yang biasa digunakan WNI untuk berlibur ke luar negeri beralih ke wisata lokal.(Arsip Kemenparekraf).
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno ingin aliran devisa mencapai US$11,8 miliar atau setara Rp171,1 triliun (kurs Rp14.500 per dolar AS) yang biasa digunakan warga negara Indonesia (WNI) untuk berlibur ke luar negeri beralih ke wisata lokal. Misalnya, Bali dan lima destinasi super prioritas, yaitu Borobudur, Danau Toba, Labuan Bajo, Likupang, dan Mandalika.

Sandi, sapaan akrabnya, mengatakan keinginan ini muncul karena saat ini beberapa negara tengah membatasi perjalanan dari dan ke Indonesia. Mulai dari Singapura, Hong Kong, Jepang, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Oman, Pakistan, hingga negara-negara di kawasan Eropa.

"Selagi negara-negara ini mungkin melihat risiko yang tinggi (dari Indonesia), tapi ternyata wisatawan nusantara kita bisa menjadi andalan karena mereka menyumbang US$11,8 miliar devisa yang dikeluarkan untuk berwisata ke luar negeri. Ini yang ingin saya arahkan untuk mereka berwisata di Indonesia saja," ujar Sandi di acara #chatroom CNN Indonesia, Jumat (16/7).


Kendati begitu, Sandi belum membeberkan kebijakan dan program yang bisa dilakukan pemerintah untuk mengalihkan devisa tersebut ke destinasi wisata lokal. Sebab saat ini pemerintah masih memberlakukan PPKM Darurat di Jawa-Bali dan beberapa daerah di luar Jawa-Bali.

Apalagi, beberapa sentra pariwisata di dalam negeri saat ini tengah dialihfungsikan sebagai sentra vaksinasi. Pemerintah pun masih butuh waktu untuk menggodok kebijakan pengembangan sentra pariwisata lokal ke depan setelah PPKM Darurat tidak lagi diterapkan.

"Sekarang kita gunakan kesempatan di rumah saja untuk mempersiapkan seandainya PPKM Darurat ini berakhir, kira-kira apa yang bisa kita lakukan untuk bangkitkan ekonomi?" imbuhnya.

Di sisi lain, mantan wakil gubernur DKI Jakarta itu mengatakan saat ini dia fokus untuk mengembangkan sentra ekonomi kreatif agar produk-produknya bisa diekspor dan mengisi pasar internasional. Sebab, ia mengklaim produk ekonomi kreatif nasional punya potensi besar di pasar internasional karena cukup diminati.

"Sebentar lagi saya akan ikuti arahan dari Bapak Menko untuk membuka peluang Indonesia di program Spice Up The World karena sebagian produk kita terutama pangan itu banyak diminati di luar negeri dan kita akan dorong," pungkasnya.

[Gambas:Video CNN]



(uli/age)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK