Nasabah Kehilangan Uang Rp110 Juta di Jenius Bank BTPN

CNN Indonesia | Kamis, 22/07/2021 12:42 WIB
Nasabah Jenius Bank BTPN kehilangan uang Rp110 juta karena aksi penipuan seseorang yang mengaku dari layanan Bank BTPN. Nasabah Jenius Bank BTPN kehilangan uang Rp110 juta karena aksi penipuan seseorang yang mengaku dari layanan Bank BTPN. Ilustrasi. (CNN Indonesia/Christine Nababan).
Jakarta, CNN Indonesia --

Seorang nasabah Jenius Bank BTPN kehilangan uang Rp110 juta. Nasabah bernama Riri itu kena penipuan dan membagikan pengalaman pahitnya tersebut dalam utasan Twitter di akunnya, @theresiaavila.

"Penipuan lebih dari Rp110 juta mengatasnamakan Jenius BTPN," demikian tulisnya, pada Minggu (18/7).

Mulanya ia menerima telepon dari seorang yang mengaku dari layanan Jenius milik Bank BTPN. Orang itu meminta Riri mengganti kartu debit yang disebut sebagai kebijakan bank secara bertahap kepada seluruh nasabah.


"Terus gue diminta isi linkhttps://bit.ly/Jenius_Connection.... Sambil ngisi link tersebut, CS sambil jelasin 'Nanti limit tarik tunai kartu baru mbak akan dinaikkan ya karena mbak merupakan nasabah dengan transaksi yang aktif [email protected]' (dia tahu transaksi gue aktif?)," tulisnya.

Namun, Riri mulai curiga ketika yang bersangkutan mengetahui jika Riri memiliki akun bank lain. Selanjutnya, sang penelepon juga meminta Riri menyebutkan akun bank lainnya, namun dia menolak.

Saat tersadar ada yang aneh, maka Riri segera mengecek akun Jenius miliknya. Sayangnya, ia sudah tidak bisa mengakses akun Jenius miliknya.

"Di momen gue sadar ada yang enggak beres, gue buka aplikasi Jenius gue udah ke log-out dan enggak bisa pas gue coba login lagi, gue telpon CS @JeniusConnect @jeniushelp dan yang gue sayangkan gue harus nunggu sekitar >15 menit, mereka bantu blokir akun gue," imbuhnya.

Namun, layanan pelanggan Jenius menyarankan Riri untuk mendatangi kantor cabang BTPN keesokan harinya. Saat itu, ia baru mengetahui bahwa saldo pada akun Jeniusnya hanya tersisa Rp1 dari sebelumnya kurang lebih Rp100 ribu.

Ironisnya, penipu tersebut juga membobol seluruh deposito milik Riri, sehingga total ia kehilangan uang Rp110 juta. Sayangnya, Riri tidak mendapatkan pemberitahuan pencairan deposito dari Jenius, yakni Jenius Maxi Saver.

"Dalam waktu <25 menit mereka bisa menguras deposito gue sekali lagi tanpa ada notifikasi yang gue terima atas cairnya deposito/transaksi keluar dari rekening gue. NANGIS BANGET @JeniusConnect," unggahnya.

Belakangan, ia mengetahui bahwa seluruh dananya ditransfer ke akun Jenius dengan nama Afifudin. Karenanya, ia melaporkan kejadian ini kepada pihak yang berwajib.

Namun, ia mengaku kecewa lantaran pihak Jenius tidak segera memblokir rekening atas nama Afifudin tersebut. Bahkan, ia menilai tanggapan Jenius atas kejadian ini cenderung kurang tanggap.

"Gue udah berkali-kali membuat pengaduan lewat telepon ke CS, pengaduan langsung ke Jenius pusat di menara BTPN, dan email [email protected], tapi belum dapat pencerahan atas masalah ini @JeniusConnect," imbuhnya.

Menanggapi kejadian itu, Daya and Corporate Communications Head BTPN Andri Darusman mengungkapkan Jenius telah menghubungi Riri. Pihak Jenius juga telah memblokir akun penerima dana transfer milik Riri.

"Kami telah memblokir akun Jenius penerima dana penipuan pada kesempatan pertama ketika nasabah melapor ke Jenius Help," ujarnya kepada CNNIndonesia.com, Kamis (22/7).

"Berdasarkan laporan nasabah, dirinya diperdaya oleh pelaku penipuan untuk memberikan informasi bersifat rahasia dan pribadi melalui link tidak resmi, sehingga akun Jenius miliknya disalahgunakan oleh pelaku penipuan," lanjutnya.

Ia menuturkan BTPN akan tunduk pada prosedur dan ketentuan yang berlaku, serta senantiasa membantu nasabah apabila dibutuhkan pada proses lebih lanjut.

Ia juga mengingatkan nasabah tidak memberikan informasi yang bersifat rahasia seperti PIN, password, e-mail, One Time Password (OTP), dan data di aplikasi serta kartu Jenius dalam kepada pihak lain, termasuk pihak Jenius.

"Di Jenius, keamanan nasabah merupakan prioritas utama kami dalam menerapkan tingkat keamanan berlapis dengan teknologi terkini. Namun, perlu diwaspadai bahwa banyak oknum yang menyalahgunakan kesempatan dengan modus kejahatan yang beragam," tandasnya.

[Gambas:Video CNN]



(ulf/bir)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK