Menperin: Laptop Impor Kuasai 95 Persen Pasar Indonesia

CNN Indonesia | Kamis, 22/07/2021 19:32 WIB
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang mengatakan laptop impor mendominasi pangsa pasar RI yakni 95 persen dari total permintaan rata-rata 3 juta unit per tahun. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang mengatakan laptop impor mendominasi pangsa pasar RI yakni 95 persen dari total permintaan rata-rata 3 juta unit per tahun. (CNNIndonesia/ Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan laptop impor mendominasi pangsa pasar Indonesia yakni 95 persen dari total permintaan rata-rata 3 juta unit per tahun. Sisanya 5 persen adalah produk laptop buatan dalam negeri.

"Demand (permintaan) produk laptop di Indonesia sebesar 3 juta unit per tahun dengan market share produk impor masih 95 persen dan baru 5 persen untuk produk laptop dalam negeri," ujarnya dalam Konferensi Pers Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri pada Sektor Pendidikan, Kamis (22/7).

Kondisi itu, lanjut Agus, menjadi perhatian pemerintah untuk mendorong produk dalam negeri menjadi tuan rumah di negara sendiri.


Berdasarkan data yang dihimpun Kementerian Perindustrian, nilai impor laptop setiap tahunnya rata-rata mencapai US$1 miliar, atau setara Rp14,49 triliun (mengacu kurs Rp14.494 per dolar AS). Laptop menjadi produk impor dengan nilai paling besar pada kelompok elektronika.

Rinciannya, impor laptop pada 2018 sebesar US$1,05 miliar, 2019 senilai US$1,1 miliar. Namun, tahun lalu nilai impor laptop turun menjadi US$587 juta karena pandemi covid-19.

"Nilai impor produk laptop dalam lima tahun terakhir adalah US$1 miliar," ujarnya.

Untuk mengurangi impor laptop, Kementerian Perindustrian tengah mempersiapkan peraturan menteri mengenai tata cara perhitungan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) produk laptop. Tujuan aturan itu untuk meningkatkan investasi dalam komponen yang terkait TKDN laptop sehingga diharapkan bisa meningkatkan substitusi impor dengan produk dalam negeri.

"Saat ini sedang tahap finalisasi Peraturan Menteri Perindustrian khusus yang akan mengatur tata cara perhitungan TKDN produk laptop, on going process, Insya Allah sebentar lagi selesai," ujarnya.

Peningkatan TKDN laptop ini diharapkan bisa mendukung program substitusi impor 35 persen pada 2022 mendatang. Terlebih, pemerintah telah mengalokasikan dana APBN untuk memfasilitasi sertifikasi TKDN secara gratis mencapai 9.000 produk dengan TKDN minimal 25 persen.

"Utilisasi produsen TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) dalam negeri masih rendah, sehingga apabila penerapan TKDN ini bisa tegas dan konsisten, maka bisa bantu program substitusi impor pada 2022," katanya.

[Gambas:Video CNN]



(ulf/age)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK