Daftar 6 Produsen Laptop Lokal Pengadaan Pemerintah

CNN Indonesia | Jumat, 23/07/2021 17:52 WIB
Sebanyak 6 produsen laptop dalam negeri disebut menyanggupi memenuhi kebutuhan pengadaan laptop pemerintah tahun ini. Berikut rinciannya. Sebanyak 6 produsen laptop dalam negeri disebut menyanggupi memenuhi kebutuhan pengadaan laptop pemerintah tahun ini. Ilustrasi. (Istockphoto/fizkes).
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan mengatakan ada enam produsen lokal yang siap memenuhi kebutuhan pengadaan laptop pada Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) dan pemerintah daerah tahun ini.

"Jadi, tidak boleh kita impor kalau kita bisa produksi sendiri, harus dibasmi orang-orang yang masih bermain-main disini khususnya produk TIK (teknologi informasi dan komunikasi/TIK) yang masih rendah jika dibandingkan dengan produk impor," ujar Luhut dalam konferensi pers Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri pada Sektor Pendidikan, Kamis (22/7).


Ia menuturkan enam produsen laptop dalam negeri tersebut memiliki nilai TKDN lebih dari 25 persen. Mereka telah menyanggupi pemenuhan pengadaan laptop pada Kemendikbud Ristek dan pemerintah daerah tahun ini.

Enam perusahaan itu meliputi PT Zyrexindo Mandiri Buana sebanyak 317 ribu unit pada November 2021, PT Tera Data Indonusa 205 ribu unit, dan PT Supertone 21 ribu unit.

Kemudian, PT Evercross Technology Indonesia sebanyak 55 ribu pada November 2021, PT Bangga Teknologi Indonesia 20 ribu unit, dan Acer Manufacturing Indonesia 100 ribu unit.

Secara total, kesiapan produksi laptop dalam negeri yakni 351 ribu unit pada September 2021 dan 718.100 unit pada November 2021 mendatang.

Untuk belanja produk TIK sektor pendidikan, kata dia, pemerintah telah menganggarkan dana sebesar Rp17,42 triliun selama 2021 hingga 2024 mendatang. Selain laptop, dana itu nantinya akan dibelanjakan, access point, konektor, LCD proyektor, layar proyektor, dan speaker aktif.

Luhut juga mengatakan Indonesia juga tengah mengembangkan laptop Merah Putih dengan merek Dikti Edu. Produk buatan anak bangsa ini dikembangkan oleh konsorsium terdiri dari ITB, ITS, dan UGM bekerja sama dengan industri TIK dalam negeri.

Ia mendorong agar laptop Merah Putih ini bisa segera diluncurkan guna memenuhi kebutuhan laptop sektor pendidikan.

"Saya kira ini zamannya Pak Menteri Nadiem elok kalau ini sudah mulai diluncurkan, karena dengan jumlah pembelian Rp17 triliun selama beberapa tahun saya kira sudah bisa dibangun industri sendiri," katanya.

[Gambas:Video CNN]



(ulf/sfr)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK