AP I Cari Mitra Pengelola Terminal Kargo Bandara Ngurah Rai

CNN Indonesia | Minggu, 25/07/2021 20:33 WIB
AP I menggelar proses seleksi mitra pengelola terminal kargo Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali. Pengumuman hasil pemenang pada Oktober 2021 nanti. AP I menggelar proses seleksi mitra pengelola terminal kargo Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali. Pengumuman hasil pemenang pada Oktober 2021 nanti. Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal).
Jakarta, CNN Indonesia --

PT Angkasa Pura I (Persero) atau AP I sedang melaksanakan seleksi mitra pengelola terminal kargo Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali. Hal ini dilakukan agar layanan jasa kargo di Bali dapat lebih efektif dan efisien.

VP Corporate Secretary AP I Handy Heryudhitiawan mengatakan proses seleksi mitra akan berlangsung tiga bulan. Perusahaan akan mengumumkan hasilnya pada Oktober 2021 mendatang.

"Selanjutnya membutuhkan waktu tiga bulan bagi pemenang seleksi untuk mempersiapkan fasilitas dan transisi operasional dengan mitra eksisting," ungkapnya, dalam keterangan resmi, Minggu (25/7).


Saat ini, Handy menyebut terdapat tiga mitra pengelola terminal kargo eksisting di Bandara I Gusti Ngurah Rai. Salah satunya adalah PT Jasa Angkasa Semesta (JAS) yang izin tempat penampungan sementara (TPS) berakhir pada 21 Juli 2021.

Lalu, PT Khrisna Multi Lintas Cemerlang (KMLC) yang izin TPS nya akan berakhir pada 12 Agustus 2021. Kemudian, PT Angkasa Pura Logistik (APLOG) yang izin TPS nya berakhir pada 11 September 2025 mendatang.

Lebih lanjut, ia menjelaskan seluruh layanan kargo di Bandara I Gusti Ngurah Rai tetap beroperasi dengan normal. Hal ini termasuk layanan ekspor dan impor.

"Terkait kekhawatiran sejumlah perusahaan kargo di Bali yang menilai bahwa kegiatan ekspor impor tidak dilakukan ketika izin TPS berakhir, kami memastikan bahwa kegiatan ekspor impor dapat tetap dilakukan," jelas Handy.

Handy menyebut barang ekspor dan impor yang memerlukan TPS akan ditempatkan di terminal kargo KMLC dan APLOG. Izin TPS kedua perusahaan itu baru akan berakhir pada Agustus 2021 dan 2025 mendatang.

"Nantinya, untuk barang ekspor dan impor yang memerlukan TPS, maka akan dialihkan ke terminal kargo yang izin TPS-nya masih berlaku, dalam hal ini KMLC dan APLOG," pungkas Handy.

[Gambas:Video CNN]



(aud/bir)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK