Anak Krakatau Steel Menangkan Tender Supply Water di Sumbawa

CNN Indonesia | Selasa, 27/07/2021 20:42 WIB
PT Krakatau Tirta Industri (PT KTI), salah satu Anak Usaha Krakatau Steel memenangkan tender supply water di Sumbawa. PT Krakatau Tirta Industri (PT KTI), salah satu Anak Usaha Krakatau Steel memenangkan tender supply water di Sumbawa. Ilustrasi. (Istockphoto/leonello).
Jakarta, CNN Indonesia --

PT Krakatau Tirta Industri (PT KTI), salah satu Anak Usaha Krakatau Steel bersama dengan PT Adhi Karya (Persero) Tbk atau Konsorsium KTI-Adhi menandatangani Letter of Intent Desalination & Demineralization Water Plant (penyulingan air laut) dengan PT Amman Mineral Industri (AMIN), salah satu anak usaha PT Amman Mineral Internasional.

Penandatanganan tersebut merupakan kelanjutan dari proses pemilihan mitra yang dilaksanakan AMIN guna mencari kandidat profesional untuk penyediaan instalasi penyediaan special water, dalam hal ini air desalinasi dan air demineral untuk menyuplai kebutuhan air smelter perusahaan tersebut.

Proyek ini ditargetkan untuk dapat mensuplai air desalinasi dengan kapasitas 168 m3/jam dan air demineral berkapasitas 30 m3/jam kepada AMIN. Proyek ini berlokasi di Benete, Kab Sumbawa Barat dengan skema proyek adalah Bangun Milik Guna atau Build Own Operate dan PT KTI bersama PT Adhi Karya (Persero) Tbk (Adhi) akan mendirikan perusahaan patungan yang didedikasikan untuk melaksanakan proyek tersebut.


Proyek ini tentunya dapat mendukung kinerja PT KTI sebagai salah anggota anggota Subholding Sarana Infrastruktur, subholding pertama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk.

Alugoro Mulyowahyudi, Direktur Utama PT KTI, dalam kesempatan tersebut menyampaikan proyek ini merupakan momentum untuk membuktikan kompetensi PT KTI di bidang penyediaan air.

"Kami memiliki kompetensi inti yang mumpuni di bidang pengolahan air mengingat secara badan hukum kami sudah berkegiatan sejak tahun 1996 walaupun secara teknis pengalaman kami sudah terbentuk saat kami masih menjadi Unit Penjernihan Air PT Krakatau Steel di tahun 70-an lalu," ujarnya dalam pernyataan yang dikeluarkan di Jakarta, Selasa (27/7).

Ia menambahkan proyek ini menjadi salah satu bukti KTI mampu menyediakan special water untuk kebutuhan air baku bagi industri khususnya di tanah air.

"Di Cilegon kami memiliki dua proyek special water yang saat ini ditangani oleh anak perusahaan kami, PT Krakatau Tirta Operasi Dan Pemeliharaan. Kami optimis proyek ini dapat mendorong agar industri dapat tumbuh karena PT KTI hadir untuk membantu kebutuhan air mereka," katanya.

[Gambas:Video 

Proyek ini digadang-gadang dapat menjadi portofolio baru bagi PT KTI yang sampai dengan Juni 2021 telah membukukan laba bersih sekitar Rp80,7 miliar atau sekitar 15,2 persen lebih tinggi dari target RKAP 2021 sebesar Rp70 miliar dengan pendapatan sekitar Rp347,2 miliar dari target sekitar Rp341,2 miliar berdasarkan laporan keuangan unaudited KTI per Juni 2021.

Atas capaian ini Silmy Karim selaku Direktur Utama KRAS mengapreasiasi kinerja PT KTI dan mendorong PT KTI agar selalu berkiprah membangun fasilitas penyediaan air di seluruh wilayah Indonesia.

(agt/age)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK