TAIPAN

Dari Bocah Bau Amis, Manuel Villar Jadi Taipan Filipina

Agus Triyono, CNN Indonesia | Minggu, 01/08/2021 09:10 WIB
Manuel Villar, seorang anak dari Filipina yang terlahir dari keluarga penjual ikan berhasil menjadi orang terkaya nomor 2 di negara tersebut. Berikut kisahnya. Manuel Villar, seorang anak dari Filipina yang terlahir dari keluarga penjual ikan berhasil menjadi orang terkaya nomor 2 di negara tersebut karena berguru pada semangat ibu. (CNNIndonesia/Basith Subastian).
Jakarta, CNN Indonesia --

Luar biasa. Begitulah mungkin ucapan yang pantas disematkan kepada Manuel Villar.

Terlahir dari keluarga miskin yang hidup di sebuah distrik kumuh dan padat penduduk di Manila, Filipina, pria kelahiran 13 Desember 1949 tersebut kini menjelma menjadi orang terkaya ke-2 di Filipina.

Catatan Forbes, total kekayaan Villar saat ini mencapai US$6,7 miliar. Kalau dirupiahkan, total kekayaannya mencapai Rp97,138 triliun (kurs Rp14.498 per dolar AS).


Tentu, untuk mencapai kesuksesan itu kehidupan Villar tidaklah mudah. Terlahir dari keluarga miskin, dia sudah harus ikut membantu banting tulang untuk memenuhi kebutuhan keluarga sejak kecil.

Saat baru menginjak usia 6 tahun misalnya, Villar kecil sudah harus membantu ibunya menjual ikan dan udang di Pasar Umum Divisioria. Setiap dini hari, kala anak seusianya masih terlelap tidur dan bermimpi indah, ibunya sudah membangunkannya untuk membawa ikan ke pasar.

Villar kecil sering mengeluhkan kondisi itu. Ia merasa kerja keras membantu ibunya di pagi buta masih terlalu dini bagi anak seusianya.

Tapi, semangat ibu dan juga kondisi keuangan keluarga menguatkannya. Meski berat, ia tetap membantu ibunya.

Tujuannya waktu itu satu; supaya uang yang harusnya digunakan untuk membayar pembantu guna mengangkut ikan ke pasar bisa dihemat.

Namun, karena kesibukan membantu ibunya itu pula pendidikannya terganggu. Ia harus rela putus sekolah untuk sementara waktu meskipun baru kelas 1 SD.

Namun, dari Pasar Umum Divisiora itu ia mendapatkan 'sekolah' yang sebenarnya. Ia ditempa. Hiruk pikuk Pasar Divisoria membentuk Villar. Di situ ia tumbuh menjadi anak yang berani.

Karena keberaniannya, ia pernah dipercaya ibunya mencairkan cek 40 peso di bank. Saat mencairkan cek itu, teller bank mengeluh kepadanya karena bau ikan.

Meski masih kecil, Villar tetap teguh dan percaya diri dengan mengatakan kepada teller bahwa melayani nasabah sepertinya adalah tugasnya, betapapun itu tidak disukainya.

Tak hanya keberanian, di pasar itu, Villar belajar berbisnis. Dia mengetahui bagaimana pengusaha China berbisnis dan mencari keuntungan.

Strategi itulah kemudian yang ia terapkan dalam berbisnis. Meskipun demikian, ia mengatakan guru bisnis terbaiknya tetaplah ibunya.

Dia menggambarkan ibunya sebagai seorang pengusaha yang sempurna. Ibunya selalu mengajarkannya untuk bekerja keras, disiplin, banyak akal dan teguh dalam mencapai tujuan dan mimpinya.

Terjun ke Politik

BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK