PLN Ungkap Alasan Dukung Pembentukan Holding Geothermal

PLN, CNN Indonesia | Kamis, 29/07/2021 17:32 WIB
PLN mengungkapkan alasan di balik dukungan terhadap proyek pengembangan panas bumi melalui Holding Geothermal Indonesia (HGI). Ilustrasi pembangunan PLTP. (Foto: ANTARA FOTO/ANIS EFIZUDIN)
Jakarta, CNN Indonesia --

Perusahaan Listrik Negara (PLN) menggencarkan pengembangan pembangkit energi baru terbarukan yang ramah lingkungan dengan menghadirkan pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP).

Executive Vice President Komunikasi Korporat dan CSR PLN Agung Murdifi mengatakan, hal ini merupakan wujud dukungan PLN terhadap transisi energi di Indonesia, sekaligus sejalan dengan Transformasi PLN dalam pilar Green yang dicanangkan pada 21 April 2020.

Saat ini, PLN mengoperasikan PLTP berkapasitas total 572 MW dan menghasilkan listrik 4.128 GWh. Agung menyebut, pengelolaan PLTP pertama dan tertua di Indonesia yang dilakukan oleh Indonesia Power selaku anak usaha PLN telah berjalan selama 39 tahun dengan hasil energi bersih 375 MW.


Agung menyatakan, operasional PLTP itu terbukti berhasil menggerakkan ekonomi kerakyatan. Karena itu, PLN terus menggenjot pembangunan PLTP.

"Dalam mendukung pengembangan panas bumi di Tanah Air, PLN sedang mengerjakan proyek PLTP dengan total kapasitas 360 MW dan sinergi BUMN sebesar 250 MW. Tidak hanya itu, pengembangan juga dilakukan dengan meningkatkan kapasitas PLTP yang telah beroperasi," tuturnya dalam rilis tertulis, Kamis (29/7).

Sebagai pelaksana mandat di bidang kelistrikan, PLN menyatakan mendukung inisiasi dan rencana untuk mengembangkan panas bumi melalui Holding Geothermal Indonesia (HGI), di mana holding tersebut harus membentuk ekosistem bisnis yang efektif, efisien, dan memberi nilai tambah bagi seluruh BUMN yang terlibat.

"Dan yang terpenting, pembentukan holding harus memberikan manfaat yang terbaik untuk bangsa Indonesia dengan menghasilkan tarif listrik yang terjangkau (affordable)," kata Agung.

Hingga saat ini, konsultan terkait masih terus melakukan kajian terkait bisnis, feasibility, pengembangan, dan pemanfaatan di masa mendatang. Tujuannya, agar holding yang dibentuk dapat mengakselerasi pengembangan PLTP di Indonesia.

Sebelumnya, diketahui bahwa potensi energi panas bumi Indonesia menempati urutan kedua terbesar di dunia dengan kapasitas sekitar 25 GW, dengan pemanfaatan sekitar 1,9 GW. Indonesia sendiri menyumbang 40 persen cadangan potensi panas bumi di dunia.

Agung menambahkan, PLN yang melihat potensi tersebut menyadari perlunya upaya terobosan untuk mengakselerasi pemanfaatan panas bumi untuk pembangkit listrik.

(rea)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK