Jokowi Patok Pendapatan Negara Jadi Rp1.840,7 T pada 2022

CNN Indonesia
Senin, 16 Aug 2021 13:42 WIB
Presiden Jokowi menargetkan pendapatan negara dalam RAPBN 2022 sebesar Rp1.840,7 triliun. Presiden Jokowi menargetkan pendapatan negara dalam RAPBN 2022 sebesar Rp1.840,7 triliun. (ANTARA FOTO/Biro Pemberitaan Parlemen).
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menargetkan pendapatan negara dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2022 sebesar Rp1.840,7 triliun. Angka itu lebih tinggi dari target tahun ini, yakni Rp1.743,6 triliun.

"Untuk mencapai sasaran pembangunan di atas, perlu peningkatan pendapatan negara pada 2022 menjadi sebesar Rp1.840,7 triliun," ujarnya dalam Pidato Pengantar RUU APBN Tahun Anggaran 2022 Beserta Nota Keuangannya, Senin (14/8).

Namun, target tersebut lebih rendah dari kebijakan ekonomi dan pokok-pokok kebijakan fiskal (KEM-PPKF) 2022 yang disampaikan kepada DPR belum lama ini, yakni Rp1.499,3 triliun-Rp1.528,7 triliun.


Jokowi merincikan pendapatan tersebut terdiri dari penerimaan perpajakan sebesar Rp1.506,9 triliun dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Rp333,2 triliun. Kedua pos penerimaan itu meningkat dibandingkan dengan target APBN 2021, yaitu masing-masing Rp1.444,54 triliun dan Rp298,20 triliun.

Kepala negara mengatakan pemerintah akan melanjutkan reformasi perpajakan. Kebijakan itu dilakukan melalui perluasan basis pajak, peningkatan kepatuhan, serta perbaikan tata kelola dan administrasi perpajakan dalam rangka meningkatkan rasio perpajakan.

"Selain itu, pemberian berbagai insentif perpajakan yang tepat dan terukur diharapkan mampu mendorong percepatan pemulihan dan peningkatan daya saing investasi nasional, serta memacu transformasi ekonomi," imbuhnya.

Sedangkan, peningkatan PNBP diwujudkan melalui perbaikan proses perencanaan dan pelaporan PNBP dengan menggunakan teknologi informasi terintegrasi.

Selanjutnya, pemerintah akan memperkuat tata kelola dan pengawasan PNBP, mengoptimalisasi pengelolaan aset, dan mendorong inovasi layanan .

"Mobilisasi pendapatan negara dilakukan dalam bentuk optimalisasi penerimaan pajak maupun reformasi pengelolaan PNBP," terang dia.

Hingga semester I 2021, Kementerian Keuangan mencatat kantong negara sudah terisi Rp1.743,6 triliun, atau setara dengan dengan 50,9 persen dari target APBN 2021.

[Gambas:Video CNN]



(ulf/bir)
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER