Harga Test PCR di RS dan Klinik Mulai Turun Jadi Rp495 Ribu

CNN Indonesia | Rabu, 18/08/2021 10:52 WIB
Harga tes PCR di sejumlah rumah sakit dan klinik di Jawa-Bali yang sebelumnya Rp900-an ribu turun jadi Rp495 ribu. Penurunan terjadi setelah diperintah Jokowi. Harga tes PCR di sejumlah rumah sakit dan klinik di Jawa-Bali yang sebelumnya Rp900-an ribu turun jadi Rp495 ribu. Penurunan terjadi setelah diperintah Jokowi. Ilustrasi. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia --

Harga tes PCR pada sejumlah RS dan klinik di Jawa-Bali telah turun menjadi Rp495 ribu. Hal ini sesuai dengan kebijakan batasan tertinggi harga tes PCR yang diputuskan Kementerian Kesehatan sebesar Rp495 ribu di Jawa-Bali.

Salah satunya, jaringan RS Siloam. Informasi dari layanan pelanggan (CS) via chat WhatsApp menyampaikan bahwa harga tes PCR dipatok sebesar Rp495 ribu. Hasil tes PCR dapat diambil dalam 1x24 jam.

"Bapak/ibu terkait layanan PCR swab test dapat kami informasikan PCR regular Rp495 ribu. PCR test hasil H+1 dan pengambilan sampel sebelum pukul 18.00," bunyi pesan dari layanan pelanggan yang diterima CNNIndonesia.com, Rabu (18/8).


Namun, RS Siloam tetap menyediakan paket tes PCR lainnya dengan harga Rp1,6 juta. Perbedaannya adalah hasil tes dapat diterima pada hari yang sama serta pasien mendapatkan paket vitamin.

"Paket check up C19 Gold Rp1,6 juta. PCR test hasil hari yang sama, pengambilan sampel sebelum pukul 11.00, apabila pengambilan sampel setelah pukul 11.00 maka hasil menjadi H+1, dan vitamin," imbuh mereka.

Harga tes PCR di sejumlah klinik juga dipatok Rp495 ribu. Salah satunya, klinik Kimia Farma.

Melalui aplikasi Kimia Farma Mobile, dapat diketahui bahwa harga swab PCR dibanderol Rp495 ribu di seluruh klinik. Namun, hasil tes baru bisa diterima tiga hari setelahnya di wilayah Jabodetabek. Pasien bisa mengunduh hasil tes PCR melalui aplikasi tersebut.

[Gambas:Video CNN]

"H+3 untuk wilayah Jabodetabek dan H+5 untuk wilayah di luar Jabodetabek dalam bentuk hard copy (diambil di lokasi tes)," bunyi keterangan dalam aplikasi itu.

Sementara itu, layanan pelanggan Kimia Farma menyatakan harga PCR Rp495 ribu hanya berlaku di lima kota meliputi Jakarta, Bandung, Semarang, Medan, Makassar. Di luar lima kota itu, pasien akan dibebani ongkos kirim (ongkir) sampel ke laboratorium Kimia Farma untuk pengujiannya.

"Untuk PCR, harga Rp495 ribu hanya berlaku di 5 kota (Jakarta, Bandung, Semarang, Medan, Makassar). Di luar dari 5 kota tersebut, harga akan dikenakan biaya ongkir pengiriman sampel PCR ke Lab Pusat PCR kami (Rp495 ribu + ongkir). Mengenai besaran biaya ongkir akan diinformasikan oleh petugas kami pada saat registrasi," imbuh informasi dari layanan pelanggan Kimia Farma.

Klinik lainnya, Quick Test juga mematok harga tes PCR Rp495 ribu. Hasil tes PCR bisa diambil pada hari selanjutnya.

Informasi ini diketahui dari layanan pendaftaran online yang disediakan klinik tersebut. Setelah mendaftar melalui online, pasien bisa membayar via transfer.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kemenkes Abdul Kadir mengatakan penurunan harga itu telah disepakati bersama Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) RI setelah mempertimbangkan berbagai aspek. Untuk harga tes PCR di luar Jawa Bali ditetapkan batas atas Rp525 ribu.

"Dari hasil evaluasi, kami sepakati bahwa batas tarif tertinggi pemeriksaan RT PCR diturunkan menjadi Rp495 ribu untuk daerah Pulau Jawa-Bali, serta sebesar Rp525 ribu untuk daerah di luar Jawa-Bali," kata Kadir melalui konferensi pers secara daring yang disiarkan melalui kanal YouTube Kementerian Kesehatan RI. 

(ulf/agt)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK