Kemnaker Ajak Pemerintah Daerah Konsisten Atasi Pengangguran

Kemnaker | CNN Indonesia
Jumat, 03 Sep 2021 12:59 WIB
Sekjen Kemnaker Anwa Sanusi mengatakan pihaknya terus berupaya menekan angka pengangguran dengan melakukan perbaikan layanan informasi ketenagakerjaan dalam memajukan UMKM. (Arsip Kemnaker).
Jakarta, CNN Indonesia --

Kementerian Ketenagakerjaan menyebut dibutuhkan konsistensi keterlibatan banyak pihak, tak terkecuali pemerintah daerah, dalam mengatasi tingginya jumlah pengangguran.

Kemnaker sendiri terus berupaya mengurangi angka pengangguran. Salah satunya dengan melakukan perbaikan layanan informasi ketenagakerjaan dalam memajukan usaha mikro kecil menengah (UMKM) serta meningkatkan infrastruktur yang berbasis komunitas.

Demikian dikatakan Sekretaris Jenderal Kemnaker, Anwar Sanusi, saat memberikan arahan pada kegiatan Rekonsiliasi Data Penempatan Tenaga Kerja BKK/LPK/Disnaker Provinsi/Kabupaten/Kota Tahun 2021 di Semarang, Jawa Tengah, Kamis (2/9).

"Upaya mengatasi pengangguran ini menjadi hal yang penting di tengah terpuruknya kondisi perekonomian akibat pandemi Covid-19, serta mencegah munculnya masalah sosial masyarakat," kata ujarnya.

Anwar menjelaskan, revolusi industri 4.0 saat ini memaksa terjadinya perubahan dalam perkembangan teknologi digital pada semua sektor, termasuk sektor ketenagakerjaan. Perubahan ini harus disikapi dengan kebijakan tepat dan cepat dalam penyerapan tenaga kerja.

"Bisa dikatakan bahwa sektor-sektor tersebut mempunyai kontribusi besar terhadap pertumbuhan secara nasional maupun domestik," kata Anwar.

Survei dari Sakernas BPS per Februari 2021, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) sebanyak 139,81 juta jiwa (68,08 persen) dengan penduduk yang bekerja sebanyak 131,06 juta orang (93,74 persen), sementara jumlah pengangguran terbuka sebanyak 8,75 juta jiwa (6,26 persen).

Jumlah angkatan kerja yang terdampak Covid-19 pada sektor ketenagakerjaan sekitar 19,10 juta orang, di mana sebanyak 1,62 juta orang merupakan pengangguran yang Bukan Angkatan Kerja (BAK) karena Covid-19.

Kemudian sebanyak 0,65 juta orang tidak bekerja karena Covid-19 sebanyak 1,11 juta orang. Selanjuntya penduduk yang mengalami pengurangan jam kerja karena Covid-19 sebanyak 15,72 juta orang.

Dampak dari pandemi ini diprediksi ada sekitar 10 juta pengusaha mandiri akan berhenti bekerja dan 10 juta lainnya pendapatan menurun lebih dari 40 persen.

Selain itu adanya pertambahan jumlah angka pengangguran pada angkatan kerja usia muda disebabkan berbagai faktor seperti spesifikasi pekerjaan yang tidak sesuai dengan pendidikan mereka. Ditambah lagi kurangnya pengetahuan dan keahlian terhadap lowongan pekerjaan yang dituju.

"Ini merupakan tantangan yang berat bagi ketenagakerjaan di Indonesia meskipun meningkatnya jumlah pengangguran ini juga dialami oleh hampir semua negara di dunia," ucap Anwar.

Anwar menambahkan, sesuai dengan arahan Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah dalam mengurangi angka pengganguran ini, diperlukan keterlibatan semua pihak secara konsisten. Termasuk peran serta pemerintah daerah.

"Adanya koordinasi yang baik antara Pemerintah Pusat dan Daerah serta lembaga penempatan tenaga kerja dalam meningkatkan pelayanan penempatan tenaga kerja untuk mengurangi angka pengangguran," katanya.

(osc/osc)


Saksikan Video di Bawah Ini:

KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
BACA JUGA
LAINNYA DARI DETIKNETWORK