Perjanjian Dagang Bebas RI Minim Dibandingkan Negara ASEAN

CNN Indonesia
Jumat, 03 Sep 2021 22:29 WIB
Kementerian Perdagangan (Kemendag) mencatat RI memiliki 15 perjanjian dagang bebas namun baru 12 perjanjian yang sudah berlaku. Kementerian Perdagangan (Kemendag) mencatat RI memiliki 15 perjanjian dagang bebas namun baru 12 perjanjian yang sudah berlaku. Ilustrasi. (ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWAN).
Jakarta, CNN Indonesia --

Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengakui bahwa jumlah perjanjian dan implementasi perdagangan bebas (free trade agreement/FTA) Indonesia masih sedikit dibandingkan dengan negara-negara di kawasan Asia Tenggara (ASEAN) lainnya.

Saat ini, RI memiliki 15 FTA namun baru 12 perjanjian yang sudah berlaku. Sedangkan bila dibandingkan dengan Singapura misalnya, negeri jiran itu memiliki 26 FTA dan Malaysia memiliki 16 FTA.

"Indonesia sampai saat ini ada 12 perjanjian yang sudah berlaku dan ini kalau dalam konteks jumlah dibandingkan dengan lingkungan ASEAN misalnya, mungkin Indonesia termasuk yang tidak begitu banyak yang sudah diimplementasikan," kata Kepala Badan Pengkajian dan Pengembangan Perdagangan Kemendag Kasan saat webinar Gambir Trade Talk 2, Jumat (3/9).

Kasan menyebut pemerintah sedang menjajaki beberapa perjanjian perdagangan bilateral, salah satunya dengan Uni Emirat Arab (UEA) yang saat ini masih dalam tahap perundingan.

Indonesia, sambung Kasan, menginginkan perjanjian bilateral bisa membawa investasi berorientasi ekspor masuk ke Indonesia dan tak semata untuk mendapat akses ke pasar Indonesia saja.

Pada kesempatan sama, Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Maritim, Investasi, dan Luar Negeri Shinta Kamdani mengaku mendukung pernyataan Kasan. Namun, pada kenyataannya ia menyebut pemanfaatan FTA di lapangan masih minim.

Menggunakan FTA Asean-China sebagai pembanding, ia menyebut RI belum mampu mengoptimalkan ekspor ke China seperti negara ASEAN lainnya meski mendapat fasilitas sama.

Dia mencatat sebelum implementasi FTA Asean-China pada 2004 lalu, ekspor RI ke China mencapai US$7,2 miliar, atau ke-5 terbesar di ASEAN.

Setelah 15 tahun implementasi FTA, yakni pada 2020 ekspor Indonesia ke China meningkat 570 persen dan meningkat menjadi keempat di ASEAN.

Kendati meningkat, Shinta menyebut perbaikan tersebut kalah jauh dengan Vietnam yang mampu meningkatkan ekspor ke China hingga 11.700 persen dalam 15 tahun.

"Walau kenaikan lumayan tapi kalau dibandingkan (dengan negara ASEAN) masih jauh," kata Shinta.

[Gambas:Video CNN]



(wel/sfr)
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

TERPOPULER