BNI Securities Pte. Ltd. Resmi Beroperasi di Singapura

BNI, CNN Indonesia | Rabu, 15/09/2021 09:28 WIB
Anak perusahaan PT BNI Sekuritas, BNI Securities Pte. Ltd atau BSPL mendapat izin resmi untuk berbisnis layanan pasar modal di Singapura sejak Rabu (8/9). Anak perusahaan PT BNI Sekuritas, BNI Securities Pte. Ltd atau BSPL mendapat izin resmi untuk berbisnis layanan pasar modal di Singapura sejak Rabu (8/9). (Foto: Arsip BNI)
Jakarta, CNN Indonesia --

Anak perusahaan dari PT BNI Sekuritas (BNIS), BNI Securities Pte. Ltd atau BSPL diumumkan resmi beroperasi di Singapura.

Direktur Utama BNI Royke Tumilaar mengatakan, BSPL telah mendapat persetujuan dari Monetary Authority of Singapore (MAS) untuk menjalankan bisnis layanan pasar modal sejak Rabu (8/9), di mana BSPL akan berperan sebagai jembatan bagi pelaku usaha di dalam negeri dan nasabah PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI dengan investor global.

"Dengan izin operasi BSPL itu, BNI Sekuritas dapat menjalankan berbagai kegiatan layanan pasar modal, baik pada bisnis fixed income brokerage, equity brokerage, maupun underwriting," kata Royke.


Dia menjelaskan, BSPL akan berfokus membantu BNI Group dan para nasabah untuk mendapatkan akses ke berbagai sumber investasi dunia. Beroperasinya BSPL di Singapura diyakini bakal memperkokoh posisi BNI sebagai bank berskala global yang memberi layanan perbankan dan pasar modal.

Ke depannya, BSPL direncanakan menjadi pusat kegiatan pasar modal internasional BNI Group, termasuk sebagai penyedia akses bagi nasabah dan emiten ke global investor dengan fokus awal pada fixed income brokerage atau perdagangan surat utang.

Saat ini, BNI Sekuritas menunjuk Leonard Ng sebagai CEO BSPL. Leonard Ng adalah seorang bankir berpengalaman, dan telah berkutat dalam industri pasar modal internasional selama lebih dari 15 tahun. Dia juga diketahui pernah bekerja di sejumlah perusahaan keuangan global.

Royke mengungkapkan, jumlah emiten yang besar dan beragam di Indonesia dinilai dapat menjadi target pasar BSPL guna menerbitkan obligasi global.

"Obligasi global dari perusahaan di Indonesia selalu menarik investor, karena saat ini supply obligasi global dengan denominasi non rupiah dari perusahaan di Indonesia di pasar keuangan global masih relatif kecil," ujar Royke.

(rea)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK