RK Nilai Pabrik Baterai Listrik Sinyal Kepercayaan Investor

Safyra Primadhyta, CNN Indonesia | Rabu, 15/09/2021 22:32 WIB
Gubernur Jabar Ridwan Kamil menilai pabrik baterai kendaraan listrik akan meningkatkan ekonomi lokal dan menyerap puluhan ribu pekerja. Gubernur Jabar Ridwan Kamil menilai pabrik baterai kendaraan listrik akan meningkatkan ekonomi lokal dan menyerap puluhan ribu pekerja. (CNN Indonesia/Andry Novelino).
Karawang, CNN Indonesia --

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menilai investasi pabrik baterai listrik senilai Rp15 triliun di Karawang, Jawa Barat, menandakan tingginya kepercayaan investor. Hal ini menjadi sinyal positif di tengah pandemi covid-19 yang belum berakhir.

"Suatu hari mobil (warga) Jawa Barat mobil listrik semua. Mobil enggak pakai bensin pabriknya adanya di Jawa Barat dan menandakan investor percaya diri," kata Emil, sapaan akrabnya, dalam peletakan batu pertama pabrik baterai listrik HKML Battery Indonesia di Proyek Karawang New Industrial City, Rabu (15/9).


Rencananya, pabrik yang digadang-gadang sebagai pabrik baterai listrik tercanggih di Asia Tenggara itu dibangun dalam dua tahun.

Pabrik baterai kendaraan listrik akan berdampak pada perekonomian lokal karena membuka banyak lapangan pekerjaan.

"Untuk regional, puluhan ribu lapangan pekerjaan akan hadir," ujarnya.

Sebelumnya, PT HKML Baterai Indonesia resmi melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) atas pembangunan pabrik baterai listrik pertama di Indonesia sekaligus di Asia Tenggara (ASEAN) yang berlokasi di Karawang, Jawa Barat pada Rabu (15/9) ini.

Groundbreaking pabrik bernilai US$1,1 miliar atau setara Rp15,68 triliun (kurs Rp14.257 per dolar AS) itu dilakukan langsung oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim, groundbreaking pabrik industri baterai kendaraan listrik PT HKML Baterai Indonesia saya nyatakan dimulai," ucap Jokowi saat menyaksikan groundbreaking.

Kepala negara mengaku bersyukur karena akhirnya Indonesia bisa memulai pembangunan industri baterai listrik di dalam negeri. Baginya, hal ini tidak hanya sekadar pembangunan pabrik dan investasi baru di tanah air, namun juga dimulainya era hilirisasi industri dan pengembangan teknologi.

"Pembangunan pabrik ini merupakan wujud keseriusan pemerintah untuk lakukan hilirisasi industri," ujarnya.

Menteri Investasi atau Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengatakan Indonesia mulai memproduksi mobil listrik maksimal pada Mei 2022 mendatang.

Bahlil menjelaskan Hyundai akan menjadi perusahaan yang memproduksi mobil listrik di Indonesia. Perusahaan asal Korea Selatan itu telah berinvestasi sejak 2019 lalu.

"Alhamdulillah tahap pertama mobil listrik yang kami tandatangani November 2019, mulai pembangunan pada 2020 sekalipun pandemi covid-19. Pada 2022, Mei paling lambat, Insya Allah sudah produksi," ungkap Bahlil.

[Gambas:Video CNN]



(hyg/sfr)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK