Penjualan Pangan Segar via Marketplace Diramal Tembus Rp21 T

Safyra Primadhyta | CNN Indonesia
Jumat, 17 Sep 2021 07:03 WIB
Mendag Lutfi memperkirakan nilai produk pangan segar yang dijual lewat lokapasar (marketplace) mencapai lebih dari Rp21 triliun pada 2021. Mendag Lutfi memperkirakan nilai produk pangan segar yang dijual lewat lokapasar (marketplace) mencapai lebih dari Rp21 triliun pada 2021. (ANTARA FOTO/ISMAR PATRIZKI).
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi memperkirakan nilai dari produk pangan segar yang dijual melalui lokapasar (marketplace) mencapai lebih dari Rp21 triliun pada 2021. Jika ini terealisasi, maka nilainya akan naik dari posisi tahun lalu yang sebesar Rp18 triliun.

Lutfi memproyeksi nilai dari produk pangan segar yang dijual di lokapasar akan terus meningkat. Ia bahkan meramalkan nilainya tembus lebih dari Rp180 triliun dalam lima tahun ke depan.

"Hal tersebut menunjukkan porsi penjualan pangan melalui niaga elektronik (e-commerce) walaupun masih kecil, tetapi tumbuh sangat cepat," ungkap Lutfi dalam keterangan resmi, dikutip Kamis (16/9).


Ia mengatakan ekonomi digital dapat mengatasi masalah kesenjangan sosial. Dengan demikian, semua pihak memiliki kesempatan untuk memasarkan produknya lebih luas, bahkan sampai ke luar negeri.

"Ekonomi digital dapat mengikis kesenjangan sosial di masyarakat. Aplikasi berbasis teknologi harus berbasis inovasi agar dapat bersaing. Sehingga, kami bisa memuliakan petani dan pedagang, serta mewujudkan Indonesia yang tumbuh dan tangguh," papar Lutfi.

Sementara, Lutfi menyebut rantai dingin dalam perdagangan saat ini adalah sebuah keniscayaan. Tahun lalu, kapasitas rantai dingin produk pangan di Indonesia baru tersedia 1,73 juta ton dengan 10 ribu unit fasilitas pendingin, atau kurang dari 7 persen jika dilihat dari total produk potensial yang dilayani rantai dingin.

"Pandemi covid-19 juga telah menyebabkan peningkatan kebutuhan fasilitas rantai dingin untuk pangan hingga 16 persen per tahun. Bahkan, pada industri farmasi peningkatannya mencapai 115 persen," jelas Lutfi.

Ia memperkirakan pasar rantai dingin global tumbuh dari US$212,24 miliar pada 2020 menjadi US$239,67 miliar pada tahun ini.

Kemudian, Lutfi memproyeksi pasar rantai dingin global tembus lebih dari US$344,51 miliar pada 2025 mendatang. Hal ini dengan tingkat pertumbuhan tahunan sebesar 9,49 persen.

[Gambas:Video CNN]



 

(aud/sfr)
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER