Sejarah Indosat Sejak Awal Hingga Merger dengan Tri Indonesia

CNN Indonesia | Jumat, 17/09/2021 13:51 WIB
Indosat Tbk resmi merger dengan PT Hutchison 3 Indonesia (H3I) atau Tri Indonesia. Berikut sejarah berdirinya Indosat hingga merger dengan Tri Indonesia? Indosat Tbk resmi merger dengan PT Hutchison 3 Indonesia (H3I) atau Tri Indonesia. Ilustrasi. (Arsip Indosat).
Jakarta, CNN Indonesia --

PT Indosat Tbk (Indosat Ooredoo) resmi melakukan penggabungan bisnis (merger) dengan dengan PT Hutchison 3 Indonesia (H3I) atau Tri Indonesia. Perusahaan hasil merger ini diberi nama PT Indosat Ooredoo Hutchison Tbk (Indosat Ooredoo Hutchison).

Dalam keterangan resmi yang mereka keluarkan Kamis (16/9) kemarin, Ooredoo Group mengempit 65 persen saham di perusahaan hasil merger. Lalu, CK Hutchison menerima saham baru di Indosat Ooredoo sebesar 21,8 persen dari Indosat Ooredoo Hutchison.

Sementara, PT Tiga Telekomunikasi akan menerima saham baru Indosat Ooredoo hingga 10,8 persen dari Indosat Ooredoo Hutchison.


Bersamaan dengan penggabungan ini, CK Hutchison akan mendapatkan 50 persen saham dari Ooredoo Asia dengan menukar 21,8 persen sahamnya di Indosat Ooredoo Hutchison untuk 33 persen saham di Ooredoo Asia.

Kemudian, CK Hutchison juga akan mendapatkan tambahan 16,7 persen kepemilikan di Ooredoo Group lewat transaksi senilai US$387 juga.

Menyusul transaksi tersebut, para pihak akan memiliki saham masing-masing 50 persen dari Ooredoo Asia, yang akan diberi nama baru, yaitu Ooredoo Hutchison Asia.

Pada akhir transaksi, Indosat Ooredoo Hutchison akan dikendalikan secara bersama-sama oleh Ooredoo Group dan CK Hutchison.

Manajemen memperkirakan pendapatan perusahaan tembus US$3 miliar per tahun. Sementara, rasio proses (run rate) tahunan sinergi sebelum pajak diperkirakan mencapai US$300-US$400 juta dalam tiga hingga lima tahun ke depan.

[Gambas:Video CNN]

Lantas, bagaimana sejarah berdirinya Indosat hingga merger dengan Tri Indonesia?

Dikutip dari situs resmi perusahaan, Indosat berdiri pada 10 November 1967 silam. Indosat berdiri sebagai perusahaan penanaman modal asing yang menyediakan layanan telekomunikasi internasional di Indonesia.

Kemudian, pemerintah memutuskan untuk mengakuisisi saham Indosat pada 1980. Hal ini dilakukan untuk mendukung program satelit.

Setelah menjadi BUMN, perusahaan melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 1995 silam. Indosat pun mendirikan Telkomsel, perusahaan patungan bersama dengan PT Telkom (Persero).

Kemudian, Indosat masuk di pasar seluler Indonesia melalui akuisisi mayoritas saham Satelindo dan pendirian PT Indosat Multi Media Mobile (IM3) pada 2001.

Selanjutnya, pemerintah Indonesia mendivestasikan 517,5 juta saham pada 2002 dalam dua tahap. Pada Mei 2002, pemerintah menjual 8,1 persen dari saham yang beredar melalui tender global yang dipercepat.

Lalu, pada Desember 2002, pemerintah mendivestasikan 41,9 persen saham seri B kepada mantan anak usaha STT Communications Ltd (STT).

Lalu, Ooredoo mengakuisisi kepemilikan STT di Indosat. Hal ini memicu penawaran tender wajib.

Diketahui, Ooredoo adalah perusahaan terbuka yang mayoritas sahamnya dimiliki oleh Qatar dan entitas afiliasinya.

Sementara, Indosat menghapus pencatatan sahamnya atas ADS dari New York Stock Exchange pada 2013. Dengan demikian, Indosat hanya tercatat di BEI saat ini.

Kemudian, Indosat resmi merger dengan Tri Indonesia pada tahun ini. Hal ini ditandai dengan penandatanganan dari kesepakatan transaksi definitif untuk pengajuan penggabungan bisnis telekomunikasi masing-masing di Indonesia.

 

(aud/agt)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK