5 Fakta Raksasa Properti China Terbelit Utang Hebat

CNN Indonesia | Sabtu, 18/09/2021 15:09 WIB
Masalah utang besar lebih dari US$300 miliar yang membelit raksasa properti China Evergrande dikhawatirkan bisa memicu krisis keuangan. Raksasa properti China Evergrande Group terlilit masalah utang dan terancam bangkrut. (AFP/NOEL CELIS)
Jakarta, CNN Indonesia --

Masalah keuangan Evergrande mendominasi berita utama dalam beberapa hari terakhir. Para ahli menyebut perjuangan raksasa real estate asal China ini sebagai ujian besar bagi Beijing.

Sebagian pihak khawatir masalah Evergrande akan seperti Brothers China, raksasa perbankan AS yang bangkrut pada 2008 dan memicu krisis keuangan global.

Lantas, bagaimana sebenarnya bisnis Evergrande sampai perusahaan terlilit masalah keuangan cukup besar seperti sekarang?


Berikut adalah lima fakta terkait Evergrande:

1. Pengembang real estate

Evergrande adalah perusahaan properti terbesar di China. Perusahaan ini bagian dari Global 500 yang berarti salah satu bisnis terbesar di dunia jika dilihat dari pendapatan.

Evergrande tercatat sebagai perusahaan di Hong Kong dan berbasis di Kota Shenzhen, China Selatan. Perusahaan ini mempekerjakan sekitar 200 ribu orang.

Evergrande memiliki lebih dari 1.300 proyek di lebih 280 kota di seluruh China.

Selain itu, grup bisnis Evergrande juga berinvestasi dalam sektor kendaraan listrik, olah raga, dan taman hiburan.

Pada 2010, Evergrande membeli tim sepak bola yang sekarang dikenal sebagai Guangzhou Evergrande. Tim itu telah membangun sekolah sepak bola terbesar di dunia dengan biaya US$185 juta.

Evergrande juga melayani wisatawan melalui divisi taman hiburan bernama Evergrande Fairyland. Salah satu proyek taman hiburan milik perusahaan, yakni Ocean Flower Island di Hainan.

Proyek ini mencakup pulau buatan dengan mal, museum, dan taman hiburan. Perusahaan akan membuka penuh proyek itu pada akhir 2021.

2. Masalah Evergrande

Dalam beberapa tahun terakhir, utang Evergrande menggelembung karena perusahaan meminjam dana untuk membiayai berbagai kegiatan bisnis.

Grup ini sebenarnya mendapatkan reputasi buruk karena menjadi pengembang China yang paling berutang budi dengan utang lebih dari US$300 miliar. Selama beberapa minggu terakhir, masalah ini membuat investor resah terkait masalah arus kas perusahaan.

Investor berpendapat Evergrande bisa saja gagal bayar (default) jika tak segera mengumpulkan uang dengan cepat.

Menurut sejumlah ahli, ambisi manajemen yang membuat Evergrande terjerumus dalam utang sangat besar.

"(Grup Evergrande) menyimpang jauh dari bisnis inti sehingga mereka terjatuh ke dalam kekacauan ini," ungkap Direktur Unit Intelijen Ekonomi China Mattie Bekink.

Analis Goldman Sachs mengatakan struktur perusahaan juga membuat dirinya sulit untuk memproyeksi pemulihan. Dalam sebuah catatan, analis menyebut informasi terkait aset dan kewajiban Evergrande kurang.

"Kisah Evergrande adalah kisah tentang tantangan yang mendalam dan struktural terhadap ekonomi China terkait dengan utang," kata Bekink.

Dalam sebuah catatan, Kepala Ekonom Asia Capital Economics Mark Williams mengatakan keruntuhan Evergrande akan menjadi ujian terbesar yang dihadapi sistem keuangan China selama bertahun-tahun.

"Akar masalah Evergrande dan masalah pengembang lain adalah permintaan properti penduduk di China memasuki era penurunan berkelanjutan," ungkap Williams.

3. Upaya Evergrande untuk Bangkit

Evergrande saat ini telah menunjuk penasihat keuangan untuk membantu menilai situasi perusahaan dan mengeksplorasi semua solusi yang bisa dilakukan Evergrande.

Perusahaan sejauh ini sudah menjual bisnis kendaraan listrik dan bisnis layanan properti. Namun, manajemen belum menemukan investor yang berminat.

Selain itu, Evergrande juga telah mencoba menjual menara kantornya di Hong Kong. Perusahaan membeli gedung di Hong Kong sebesar US$1,6 miliar pada 2015 lalu.

[Gambas:Video CNN]



Reaksi Investor dan Campur Tangan China

BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK