Sri Mulyani Waspadai Risiko Gagal Bayar Evergrande

CNN Indonesia | Kamis, 23/09/2021 12:24 WIB
Menkeu Sri Mulyani menaruh perhatian pada risiko gagal bayar Evergrande yang berpengaruh pada stabilitas sektor keuangan China dan global. Menkeu Sri Mulyani menaruh perhatian pada risiko gagal bayar Evergrande yang berpengaruh pada stabilitas sektor keuangan China dan global. Ilustrasi. (AFP/HECTOR RETAMAL).
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Keuangan Sri Mulyani mewaspadai risiko gagal bayar raksasa properti asal China, Evergrande. Pasalnya, hal itu akan berpengaruh pada stabilitas sektor keuangan domestik dan global.

"Risiko stabilitas sektor keuangan terutama di RRT (China) itu menjadi perhatian minggu-minggu ini, yaitu terjadinya gagal bayar dari satu perusahaan konstruksi real estat yang sangat besar yaitu Evergrande," ujar Ani, sapaan akrabnya, dalam konferensi pers APBN Kita edisi September 2021, Kamis (24/9).

Saat ini, Evergrande terlilit utang US$300 miliar atau sekitar U$300 miliar atau Rp4.277 triliun (asumsi kurs Rp14.250 per dolar AS). Hal ini membuat perusahaan menghadapi situasi sulit dan akan memberikan dampak, baik terhadap ekonomi negeri tirai bambu dan global.


"Kita harus melihat dengan mewaspadai apa yang terjadi di dalam perekonomian Tiongkok dengan adanya fenomena gagal bayar dari perusahaan Evergrande ini," ujarnya.

Dalam paparannya, Ani memperkirakan China akan melanjutkan rebalancing economy untuk menjaga stabilitas.

Ani juga masih mencermati risiko mutasi virus corona yang memberikan tekanan terhadap ekonomi global. Selain itu, pemulihan ekonomi yang tidak merata serta tekanan inflasi di sejumlah negara juga menjadi perhatian.

Secara umum, pemerintah masih melihat tren positif pertumbuhan ekonomi global. Hal itu didukung oleh upaya pengendalian pandemi, percepatan vaksinasi, dan mulai menggeliatnya aktivitas ekonomi.

[Gambas:Video CNN]



(wel/sfr)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK