PTBA Catat Untung Rp3,58 Triliun per Agustus 2021

CNN Indonesia | Kamis, 23/09/2021 23:21 WIB
PTBA mencatat untung Rp3,58 triliun per Agustus 2021, melampaui pertumbuhan laba bersih tahun lalu yang minus 41,4 persen menjadi Rp2,4 triliun. PTBA mencatat untung Rp3,58 triliun per Agustus 2021, melampaui pertumbuhan laba bersih tahun lalu yang minus 41,4 persen menjadi Rp2,4 triliun. (Dok. PT Bukit Asam Tbk).
Jakarta, CNN Indonesia --

PT Bukit Asam Tbk (PTBA) berhasil mencatatkan laba bersih sebesar Rp3,58 triliun hingga Agustus 2021. Realisasi ini melampaui pertumbuhan laba bersih perseroan tahun lalu yang minus 41,4 persen menjadi Rp2,4 triliun dibandingkan 2019 lalu.

Manajemen menyebut laba bersih PTBA turun akibat pandemi covid-19. Pada 2019 lalu, perusahaan berhasil membukukan keuntungan hingga Rp4,1 triliun.

Laba turun karena pendapatan perseroan terkontraksi hingga minus 20,6 persen. Akibatnya PTBA hanya mampu membukukan pendapatan Rp17,3 triliun. Padahal 2019, perseroan mampu mencetak pendapatan hingga Rp21,8 triliun.


Direktur Utama PT Bukit Asam Tbk Suryo Eko Hadianto mengungkapkan pandemi covid-19 menjadi shock bagi industri yang dipimpinnya.

Hal tersebut tercermin dalam catatan negatif di sejumlah bagian pada tahun lalu. Di antaranya volume penjualan yang mengalami penurunan sebesar 6,1 persen ke 21,6 juta ton batu bara.

Kemudian, volume produksi turun cukup dalam sebesar 14,8 persen mengakibatkan perusahaan hanya mampu memproduksi 24,8 juta ton batu bara. Volume angkutan juga ikut turun 1,7 persen ke 23,8 juta ton batu bara.

"Di volume angkutan kereta api juga menurun, pendapatan juga mengalami penurunan, laba bersih juga mengalami penurunan. Ini adalah kondisi shock yang kami alami di awal-awal pandemi," kata Suryo.

Namun, volume tersebut mulai menunjukkan peningkatannya hingga Agustus tahun ini. Hal ini terjadi berkat pengelolaan dan perencanaan yang lebih baik dalam mengendalikan kondisi di tengah pandemi.

Volume penjualan mencapai 18,21 juta ton dan ditargetkan akan mencapai 30-an juta ton pada akhir tahun. Untuk volume produksi sudah mencapai 19,60 juta ton dengan target produksi hingga akhir tahun mencapai 31-an juta ton.

Sementara, volume angkutan ditargetkan akan mencapai 29-an juta ton pada akhir tahun, setelah pertengahan tahun ini tercatat mengangkut 16,50 juta ton.

[Gambas:Video CNN]



(fry/bir)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK