PTPN Respons Tudingan Erick Thohir soal Korupsi Terselubung

Safyra Primadhyta, CNN Indonesia | Kamis, 23/09/2021 13:10 WIB
PTPN III menilai pernyataan Menteri BUMN Erick Thohir terkait korupsi terselubung merujuk pada kinerja masa lalu sebelum transformasi. PTPN III menilai pernyataan Menteri BUMN Erick Thohir terkait korupsi terselubung merujuk pada kinerja masa lalu sebelum transformasi. Ilustrasi. (ANTARA FOTO/BUDI CANDRA SETYA).
Jakarta, CNN Indonesia --

PT Perkebunan Nusantara (Persero) III alias PTPN buka suara terkait tudingan korupsi terselubung dan tumpukan utang hingga Rp43 triliun yang diungkapkan oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir.

Sekretaris Perusahaan Holding PTPN III Imelda Alini mengatakan pernyataan Erick menggambarkan situasi PTPN sebelum transformasi. Dengan kata lain, praktik korupsi yang terselubung itu terjadi di masa lampau.

"Itu maksud Pak Menteri (Menteri BUMN) untuk konteks lama sebelum transformasi," ungkap Imelad kepada CNNIndonesia.com, Kamis (23/9).


Menurut Imelda, PTPN telah melakukan beragam transformasi bisnis. Proses transformasi itu juga didukung penuh oleh Erick.

"Bahkan (Erick) menjadikan PTPN sebagai salah satu contoh BUMN yang sudah mulai menunjukkan hasil transformasi," kata Imelda.

Hasil transformasi itu, sambung Imelda, terlihat dari pencapaian laba bersih PTPN sebesar Rp2,3 triliun pada Agustus 2021. Angka itu berbanding terbalik dari posisi Agustus 2020 yang rugi Rp1,6 triliun.

Selain itu, perusahaan juga merestrukturisasi utang pada semester I 2021. Restrukturisasi utang dilakukan dengan merelaksasi tenor dan bunga.

Selanjutnya, peran holding yang sebelumnya sebagai strategic holding, kini berubah menjadi operational holding.

Dengan demikian, fungsi utama dan perencanaan strategis, kebijakan komoditi, portofolio bisnis, pengembangan bisnis baru, pemasaran, inisiatif optimalisasi dan divestasi aset, pendanaan dan manajemen kas, serta sumber daya manusia dikendalikan sepenuhnya oleh holding.

"Anak perusahaan fokus kepada kegiatan operasional dengan pengawasan dan evaluasi kinerja oleh holding," terang Imelda.

Oleh karena itu, seluruh anak usaha PTPN hanya memiliki satu direksi sekarang. Sebelumnya, masing-masing anak usaha memiliki empat direksi.

"Struktur baru ini bertujuan untuk menciptakan soliditas organisasi yang kuat dalam mencapai tujuan perseroan," jelas Imelda.

Sebelumnya, Erick membongkar praktik korupsi terselubung yang terjadi di PTPN. Ia menyebut praktik korupsi terselubung telah memicu tumpukan utang di PTPN III hingga Rp43 triliun.

"Utang Rp43 triliun adalah penyakit lama dan ini saya rasa korupsi terselubung yang harus dibuka dan ditutup yang melakukan ini," ungkap Erick dalam rapat kerja bersama Komisi VI DPR RI, Rabu (22/9).

Ia mengatakan perusahaan sudah berhasil melakukan restrukturisasi utang. Namun, bukan berarti masalah keuangan perusahaan selesai.

"Setelah direstrukturisasi, PTPN harus melakukan efisiensi besar-besaran terhadap operasionalnya," ucap Erick.

Selain itu, PTPN III juga harus menaikkan jumlah produksi. Hal tersebut agar perusahaan bisa melunasi seluruh utang.

[Gambas:Video CNN]



(aud/sfr)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK