Waskita Karya Bakal Rights Issue Usai Restrukturisasi Utang

Christine Novita Nababan, CNN Indonesia | Rabu, 22/09/2021 10:12 WIB
RUPSLB Waskita Karya menyetujui rencana penambahan modal lewat penerbitan saham baru (rights issue) di tengah restrukturisasi utang Rp29,2 triliun. RUPSLB Waskita Karya menyetujui rencana penambahan modal lewat penerbitan saham baru (rights issue) di tengah restrukturisasi utang Rp29,2 triliun. Ilustrasi. (CNN Indonesia/Bisma Septalisma).
Jakarta, CNN Indonesia --

Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Waskita Karya (Persero) Tbk menyetujui rencana penambahan modal dengan menerbitkan saham baru (rights issue). Rights issue ini dilakukan di tengah restrukturisasi utang BUMN karya tersebut senilai Rp29,2 triliun.

"Perseroan telah memperoleh persetujuan penambahan modal melalui rights issue dengan menerbitkan saham baru hingga 24,56 miliar saham seri B dengan nilai nominal Rp100 per saham melalui mekanisme penawaran umum terbatas," ungkap Direktur Utama Waskita Karya Destiawan Soewardjono, seperti dilansir Antara, Rabu (22/9).

Perseroan, ia melanjutkan, juga memperoleh persetujuan untuk melakukan perubahan anggaran dasar yang salah satunya mengenai modal dasar perseroan sehubungan dengan pelaksanaan rights issue.


"Perseroan juga memperoleh persetujuan RUPSLB untuk melaksanakan transformasi bisnis untuk mendukung pemulihan kinerja dan kondisi keuangan yang terdampak covid-19," imbuh Destiawan.

Saat ini, perseroan fokus mengimplementasikan 8 stream penyehatan keuangan Waskita yang terdiri dari proses restrukturisasi induk dan anak usaha.

Kemudian, penjaminan pemerintah, penyertaan modal negara (PMN) dan rights issue, divestasi aset jalan tol, penyelesaian konstruksi, transformasi bisnis, dan implementasi GCG dan manajemen risiko.

Strategi ini telah dijalankan perseroan mulai tahun ini dan dinilai berpengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan semester I 2021.

Secara total, perseroan mencatatkan laba bersih sebesar Rp33 miliar atau meningkat sebesar 102,5 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

Dengan implementasi 8 stream penyehatan keuangan Waskita dan dukungan penuh dari pemerintah, sambung Destiawan, perseroan dapat terus berkontribusi dalam pertumbuhan ekonomi nasional, terutama dalam pengembangan infrastruktur di Indonesia.

Adapun agenda-agenda lainnya yang disetujui oleh RUPSLB, yakni perseroan mengukuhkan pemberlakuan Peraturan Menteri Badan Usaha Milik Negara yang salah satunya mengenai pedoman pengusulan, pelaporan, pemantauan dan perubahan penggunaan tambahan PMN.

Kemudian persetujuan mengenai perubahan susunan pengurus Perseroan. Dengan berakhirnya RUPSLB yang dilaksanakan pada tanggal 21 September 2021 tersebut, maka susunan pengurus perseroan menjadi:

[Gambas:Video CNN]

Dewan Komisaris

Komisaris Utama/Komisaris Independen : Badrodin Haiti
Komisaris Independen : Bambang Setyo Wahyudi
Komisaris Independen : Muradi
Komisaris : T Iskandar
Komisaris : Ahmad Erani Yustika
Komisaris : Dedi Syarif Usman
Komisaris : M Fadjroel Rachman

Direksi

Direktur Utama : Destiawan Soewardjono
Direktur Keuangan dan Manajemen Resiko : Taufik Hendra Kusuma
Direktur HCM dan Pengembangan Sistem : Hadjar Seti Adji
Direktur Pengembangan Bisnis dan Quality
Safety, Health, Environment : Arijanti Erfin
Direktur Operasi I : I Ketut Pasek Senjaya Putra
Direktur Operasi II : Bambang Rianto
Direktur Operasi III : Gunadi

(bir/sfr)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK