IMF Minta Australia Rem Harga Rumah yang Naik 20 Persen

CNN Indonesia | Jumat, 24/09/2021 15:00 WIB
IMF meminta Australia mengendalikan harga rumah di kota besar mereka karena sudah melonjak hingga 20 persen dalam beberapa tahun terakhir. IMF meminta Australia mengendalikan harga rumah di beberapa kota besar mereka karena sudah melonjak hingga 20 persen dalam beberapa tahun terakhir. Ilustrasi. (AFP/SAEED KHAN).
Jakarta, CNN Indonesia --

Dana Moneter Internasional (IMF) meminta Australia mengendalikan harga rumah di beberapa kota besar mereka. Itu karena harga rumah telah melonjak hingga 20 persen di beberapa kota besar dalam beberapa tahun terakhir.

IMF menyatakan ada satu cara yang bisa dilakukan Australia agar upaya pengendalian harga bisa dilakukan; melakukan reformasi struktural untuk meningkatkan jumlah rumah dan mendukung masyarakat dengan pendapatan rendah untuk mendapatkannya.

Selain cara itu, IMF juga menyatakan pemerintah Australia bisa mengetatkan dan monitoring secara seksama standar kredit kepemilikan rumah.


"Harga rumah yang mahal akan meningkatkan isu tentang keterjangkauan dan kestabilan keuangan," kata IMF, dikutip dari AFP, Jumat (24/9).

Sebagai informasi, harga rumah di Negeri Kanguru telah naik hingga 18 persen dalam setahun terakhir. Bahkan rumah di Hobart, Tasmania naik hingga 25 persen dalam setahun.

Rumah di Sydney naik hingga 1.200 dolar Australia atau setara Rp12 juta rupiah (kurs Rp10.385 per dolar Australia). Harga rumah rata-rata di kota terbesarnya mencapai US$1 juta atau setara Rp14,25 miliar (kurs Rp14.253 per US dolar).

Harga rumah tersebut semakin melonjak akibat pandemi. IMF mengatakan ledakan ini disebabkan oleh pembeli yang memanfaatkan hak tanggungan yang rendah dan program pendukung fiskal. Bank Sentral Australia mengatakan benchmark rate masih akan berada di angka 0,1 persen hingga 2024.

[Gambas:Video CNN]



(fry/agt)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK