Erick Thohir Endus Indikasi Korupsi di Krakatau Steel

CNN Indonesia | Selasa, 28/09/2021 12:34 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir mencium indikasi korupsi di tubuh Krakatau Steel. Itu tercium dari utang perusahaan yang tembus Rp28,515 triliun. Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan terdapat indikasi korupsi di tubuh PT Krakatau Steel Tbk (Persero).(CNN Indonesia/Hesti Rika).
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan terdapat indikasi korupsi di tubuh PT Krakatau Steel Tbk (Persero). Indikasi itu muncul dari utang perusahaan yang mencapai US$2 miliar atau Rp28,515 triliun (Kurs Rp14.257 per dolar AS).

Erick menjelaskan utang itu berasal dari investasi Krakatau Steel yang mencapai US$850 juta. Perusahaan sebelumnya menginvestasikan dana tersebut dalam proyek blast furnace.

"Krakatau Steel, punya utang US$2 miliar. Salah satunya investasi US$850 juta dari proyek blast furnace yang hari ini mangkrak. Pasti ada indikasi korupsi," ungkap Erick dalam Talkshow Bangkit Bareng, Selasa (28/9).


Ia mengatakan pihaknya akan mengejar pihak-pihak yang merugikan perusahaan pelat merah. Seluruh proses bisnis yang salah, kata Erick, harus diperbaiki.

Seiring berjalan waktu, Erick menyebut restrukturisasi Krakatau Steel berjalan dengan baik. Perusahaan melakukan restrukturisasi beberapa tahap.

Pertama, Krakatau Steel membuat subholding untuk kawasan industri. Hal ini mengintegrasikan air hingga air.

Kedua, Kementerian BUMN dan manajemen Krakatau Steel bernegosiasi dengan Posco Korea untuk menaikkan porsi saham menjadi 50:50.

Diketahui, Krakatau Steel dan Posco Korea membentuk perusahaan bernama PT Krakatau Posco. Perusahaan itu merupakan pabrik baja terpadu yang dimulai sejak 2014 lalu.

CNNIndonesia.com telah mencoba mengonfirmasi indikasi korupsi kepada Direktur Utama Krakatau Steel Silmy Karim. Namun, belum ada respons hingga berita diturunkan.

[Gambas:Video CNN]



 

(aud/age)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK