RI-Filipina Siap 'Goodbye' dari Dolar AS, Susul China-Jepang

CNN Indonesia | Rabu, 06/10/2021 11:51 WIB
BI menjajaki penggunaan mata uang lokal dengan Filipina dan Singapura mengurangi penggunaan dolar AS, menyusul China dan Jepang. BI menjajaki penggunaan mata uang lokal dengan Filipina dan Singapura mengurangi penggunaan dolar AS, menyusul China dan Jepang. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia --

Bank Indonesia (BI) tengah menjajaki pembahasan penggunaan mata uang lokal (local currency settlement/LCS) dengan Filipina dan Singapura. Artinya nanti, transaksi perdagangan antara Indonesia dengan kedua negara tidak lagi menggunakan dolar AS, melainkan rupiah, peso Filipina, dan dolar Singapura.

"Kita sudah bekerja sama dengan Jepang, China, Thailand, Malaysia. Dan, sekarang dalam proses dengan Filipina, Singapura dan lainnya," ujar Gubernur BI Perry Warjiyo di acara The 7th Indonesian Finance Association (IFA), Rabu (6/10).

Perry mengatakan penggunaan mata uang lokal antara Indonesia dengan sejumlah negara mitra dagang perlu dilakukan karena bisa memberikan dampak efisiensi. Apalagi, hubungan Indonesia dengan negara-negara tersebut juga menyangkut masalah aliran investasi.


"Untuk efisiensi dalam ekonomi dan bisnis, karena tidak perlu mengonversinya lagi ke dolar AS dan kemudian ke mata uang lokal," ungkapnya.

Selain itu, kebijakan ini juga bisa memberi dampak stabilisasi bagi pasar keuangan masing-masing negara. Sebab, pasar keuangan jadi tidak mudah naik turun akibat pergerakan indeks dolar AS terhadap mata uang lain.

Sebelumnya, bank sentral nasional telah menyepakati penggunaan mata uang lokal dengan Thailand dan Malaysia pada 2018. Lalu, diteruskan dengan Jepang pada 2020 dan China pada 2021.

Sejak kesepakatan diteken dengan Malaysia, nilai perdagangan antara Indonesia dengan negeri jiran itu mencapai 1,4 persen dari total perdagangan kedua negara pada 2018. Kemudian, naik menjadi 3 persen dari total perdagangan pada 2019 dan 4,1 persen pada 2020.

Begitu pula dengan Thailand, dari semula 0,6 persen dari total perdagangan pada 2018, kini menjadi lebih dari 1 persen pada 2020.

Sementara dengan Jepang, penggunaan mata uang lokal awalnya hanya 0,7 persen dari total perdagangan kedua negara pada kuartal I 2020, tapi kini sudah mencapai 3 persen dari total perdagangan.

[Gambas:Video CNN]



(uli/bir)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK