Cerita Bahlil Tak Langsung Digas Mendiang Ekonom Enny di TV

CNN Indonesia | Sabtu, 09/10/2021 13:42 WIB
Menteri Investasi Bahlil Lahadalia memiliki cerita tersendiri terkait pertemanannya dengan mendiang ekonom Indef, Enny Sri Hartati. Menteri Investasi Bahlil Lahadalia memiliki cerita tersendiri terkait pertemanannya dengan mendiang ekonom Indef, Enny Sri Hartati. (Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Investasi Bahlil Lahadalia mengenang mendiang ekonom senior Indef Enny Sri Hartati sebagai sosok yang konsisten dalam menyampaikan pendapat. Ia mengaku sering berdiskusi dengan Enny.

"Sering berdiskusi, berdebat, berbeda pendapat. Tapi Bu Enny adalah sosok yang konsisten menyampaikan pemikirannya terhadap pembangunan ekonomi yang berkeadilan," ungkap Bahlil dalam Mengenang 100 Hari dan Launching Buku Ibu Enny, Sabtu (9/10).

Bahlil menyatakan bahwa Enny menganggapnya seperti seorang adik. Ketika bertemu di salah satu acara stasiun televisi, Bahlil mengatakan Enny tak langsung mengegas kepadanya meski berbeda pendapat.


"Ketika saya masuk ke pemerintahan, bertemu di stasiun televisi. Dia tahu, apa yang saya sampaikan mungkin kebenarannya 50:50, tapi dia tidak langsung mengegas saya," cerita Bahlil.

Sementara itu, Ekonom Senior sekaligus Founder CORE Indonesia Hendri Saparini mengaku memiliki pemikiran yang hampir sama dengan Enny. Salah satunya dengan keberpihakan dengan kelompok menengah bawah.

"Kelompok menengah bawah ini konsumen dan produsennya, sering kebijakan itu hanya berpihak pada konsumen kelas bawah, padahal produsen kelas bawah juga banyak," ujar Hendri.

Selain itu, Hendri menyebut bahwa Enny juga fokus pada investasi. Untuk mendorong itu, maka dibutuhkan kebijakan yang terintegrasi.

"Bukan hanya bicara perizinan satu pintu, tapi koordinasi horizontal dan vertikalnya juga menjadi poin penting bagi Mba Enny," terang Hendri.

Ekonom Senior CORE Indonesia Ina Primiana mengatakan bahwa Enny juga sering membahas mengenai perang dagang China dan Amerika Serikat (AS). Menurut Ina, Enny menyayangkan karena Indonesia tak mendapatkan dampak dari perang dagang tersebut.

Enny Sri HartatiMenteri Investasi Bahlil Lahadalia mengenang mendiang ekonom senior Indef Enny Sri Hartati sebagai sosok yang konsisten dalam menyampaikan pendapat. (Ari Saputra/detikcom)

"Mba Enny cerita bagaimana perang dagang AS dan China, di mana negara lain bisa mengambil peluang, sementara Indonesia tidak bisa," kata Ina.

Sebagai contoh, banyak perusahaan yang merelokasi pabriknya ke Vietnam, Malaysia, dan Kamboja. Sementara, tak ada satu pun perusahaan yang direlokasi ke Indonesia.

"Itu catatan penting bagi semua bagaimana kondisi investasi di Indonesia, meski sudah ada terobosan yang diberikan, ternyata kenyataannya belum berjalan maksimal," tutup Ina.

Ekonom Indef Enny Sri Hartati diketahui meninggal dunia pada Kamis (1/7) malam setelah sepekan berjuang melawan Covid-19. Sebelum meninggal, kondisi Enny yang sempat mengalami kesulitan mendapatkan rumah sakit sebenarnya sempat membaik.

Direktur Indef sejak 2011 itu lahir di Karanganyar, Jawa Tengah pada 27 Juli 1971. Lahir dan besar di lingkungan pedesaan membuatnya merasakan dan melihat betul penderita para petani.

Tak ayal, ia kerap terusik terhadap kebijakan pemerintah yang tak pro rakyat. Latar belakang itu pula yang membuatnya bertekad menempuh studi dalam bidang ekonomi.

Enny memperoleh gelar sarjana dan magister dari jurusan Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan di Universitas Diponegoro. Semasa kuliah ia telah menjadi peneliti dengan mengikuti penelitian-penelitian yang dilakukan para dosennya.

Setelahnya, Enny meraih gelar doktor program studi Ilmu Pertanian dengan konsentrasi Ekonomi Pembangunan di Institut Pertanian Bogor.

(aud/end)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK