BEI Prediksi Investor Saham Tembus 3 Juta Pekan Ini

CNN Indonesia | Kamis, 14/10/2021 07:11 WIB
Direktur Utama BEI Inarno Djajadi memperkirakan jumlah investor saham naik hingga menembus 3 juta dalam empat hari ke depan. Direktur Utama BEI Inarno Djajadi memperkirakan jumlah investor saham naik hingga menembus 3 juta dalam empat hari ke depan. Ilustrasi. (Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia --

Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Inarno Djajadi memproyeksi jumlah investor saham tembus 3 juta pada pekan ini. Jumlah investor tercatat 2,98 juta investor per Selasa (12/10).

"Saya prediksi dalam dua atau tiga hari ini, paling telat tiga atau empat hari sudah 3 juta investor saham," ucap Inarno dalam Webinar Series Kafegama: Peningkatan Investor Ritel di Masa Pandemi, Rabu (13/10).

Ia menjelaskan mayoritas investor saham adalah institusi asing. Jika dirinci dari segi komposisi per September 2021, porsi institusi asing sebesar 46,4 persen, institusi lokal 39,6 persen, dan ritel 14 persen.


Meski porsinya rendah, investor ritel paling banyak melakukan transaksi saham harian. Jika dilihat, porsi transaksi investor ritel mencapai 63,5 persen dari rata-rata nilai transaksi harian (RNTH).

"Januari-September 2021 luar biasa perkembangan investor ritel mencapai 63,5 persen terhadap transaksi harian yang sebesar Rp13,1 triliun," terang Inarno.

Sementara, porsi transaksi investor ritel juga mendominasi selama pandemi covid-19. Berdasarkan catatan BEI, komposisi transaksi investor ritel pada Maret 2020-Mei 2020 mencapai 36 persen dari rata-rata nilai transaksi harian.

Lalu, komposisi transaksi investor ritel naik menjadi 48 persen pada 14 September 2020-11 Oktober 2020. Saat itu, pemerintah sedang menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Kemudian, komposisinya kembali naik menjadi 59 persen pada 12 Oktober 2020-30 Juni 2021. Namun, komposisi transaksi investor ritel turun menjadi 55 persen pada 1 Juli 2021-8 Oktober 2021 atau ketika pemerintah menerapkan PPKM.

"Komposisi ritel mengecil jadi 55 persen dan institusi membesar karena ada aksi korporasi dari perusahaan tertentu, jadi transaksi institusi naik," pungkas Inarno.

[Gambas:Video CNN]



(aud/sfr)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK