Krisis Energi Bakal Kerek Permintaan Minyak Dunia

CNN Indonesia | Kamis, 14/10/2021 18:35 WIB
Krisis energi akibat kelangkaan gas alam cair dan batu bara yang dihadapi sejumlah negara akan mengerek permintaan minyak mentah. Krisis energi akibat kelangkaan gas alam cair dan batu bara yang dihadapi sejumlah negara akan mengerek permintaan minyak mentah. (CNN Indonesia/Agus Triyono).
Jakarta, CNN Indonesia --

Badan Energi Internasional (IEA) menilai krisis energi akibat keterbatasan gas alam cair dan batu bara yang melanda sejumlah negara di Eropa, China, dan India, akan mengerek permintaan minyak mentah.

Menurut IEA permintaan minyak mentah meningkat lebih dari proyeksi sebelumnya. Bahkan, bisa menyentuh 96,3 juta barel per hari. Angkanya naik 5,5 juta barel dari proyeksi sebelumnya.

"Harga minyak akan naik lebih tinggi dari beberapa tahun sebelumnya karena kelangkaan gas bumi, gas cair (LNG), hingga batu bara. Pasar minyak diperkirakan defisit hingga akhir tahun," terang IEA dikutip dari AFP, Kamis (14/10).


Harga batu bara dan gas bumi yang naik mendorong sektor pembangkit energi dan industri energi terkait untuk tetap menjalankan bisnis dan operasionalnya.

Harga gas bumi meningkat akibat musim dingin. Ini menyebabkan tekanan inflasi dan kekhawatiran akan pemulihan ekonomi dari pandemi covid-19.

Pasokan minyak dunia diperkirakan naik tajam pada Oktober 2021 sebagai buah dari pemulihan ekonomi Amerika Serikat (AS) usai badai Ida.

Permintaan minyak itu akan diimbangi oleh pasokan minyak yang meningkat setelah organisasi negara ekspor minyak dunia (OPEC) melanjutkan produksi.

Goldman Sachs memprediksi harga minyak mentah akan berada di US$85 per barrel atau setara Rp1,1 juta (kurs Rp14.116 per dolar).

Damien Courvalin dari Goldman Sachs mengatakan dibutuhkan investasi lebih untuk memasok kebutuhan.

[Gambas:Video CNN]



(fry/bir)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK