AAJI: Produk Asuransi Unitlink Masih Jadi Tumpuan Industri

CNN Indonesia
Jumat, 15 Oct 2021 22:39 WIB
AAJI menilai unitlink masih menjadi tumpuan penjualan produk asuransi jiwa di Indonesia. AAJI menilai unitlink masih menjadi tumpuan penjualan produk asuransi jiwa di Indonesia. (CNN Indonesia).
Jakarta, CNN Indonesia --

Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mengaku produk asuransi jiwa berbalut investasi atau unitlink masih menjadi tumpuan pertumbuhan industri asuransi jiwa nasional.

Ketua Dewan Pengurus AAJI Budi Tampubolon mengatakan produk unitlink memberikan kontribusi terhadap premi keseluruhan sebesar 62 persen. Pada semester I 2021, unitlink meningkat hingga 17 persen dibandingkan semester 1 2020.

"Kalau bicara tentang produknya datang dari unitlink, meski pun produk tradisional juga mengalami peningkatan yang sama-sama double digit tapi bisa kami simpulkan produk unitlink hingga semester I 2021 masih menjadi kontributor utama pendapatan premi," ungkap Budi pada webinar Editor's Dialog Generali Indonesia, Jumat (15/10).


Ia mengartikan produk unitlink tak hanya masih diminati, namun mampu menjawab kebutuhan masyarakat akan produk asuransi multifungsi dari segi proteksi dan investasi.

Menurut dia, multi fungsi unitlink menawarkan kemudahan kepada masyarakat untuk tidak perlu memiliki dua produk asuransi.

"Ini sedikit banyaknya dapat kita artikan produk unitlink masih bukan saja diminati, tapi masih mampu menjawab dari kebutuhan sebagian masyarakat Indonesia untuk memiliki produk asuransi jiwa," jelasnya.

Terpisah, Budi menyatakan pendapatan premi industri asuransi jiwa selama semester I 2021 naik sebesar Rp104,7 triliun atau tumbuh 17,5 persen.

Kemudian, premi bisnis baru turut mencatatkan kenaikan hingga 27,4 persen dengan nilai Rp68,02 triliun. Premi lanjutan naik tipis sebesar 2,8 persen dengan nilai Rp36,70 triliun.

Budi mengatakan kenaikan ini tidak terlepas dari pandemi covid-19 yang telah menumbuhkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya kebutuhan akan perlindungan asuransi jiwa.

CEO Generali Indonesia Edy Tuhirman menilai unitlink dapat menjadi jawaban kebutuhan masyarakat. Dari sisi biaya, ia menilai unitlink menjadi lebih murah dibandingkan asuransi tradisional.

Namun, ia mengingatkan unitlink tidak memberikan kepastian manfaat seperti layaknya asuransi tradisional karena manfaat dicampur dengan pengembalian investasi.

Pada kesempatan sama, Edy mematahkan anggapan di masyarakat kalau unitlink pasti memberi keuntungan investasi.

Menurut dia, untung dari membeli unitlink hanya bonus saja karena yang menjadi produk utama adalah proteksi yang didapatkan pembeli premi. "Membeli unitlink itu karena cinta, Anda cinta diri sendiri dan juga cinta kepada keluarga," tandasnya.

Sebelumnya, unitlink alias produk asuransi yang dikaitkan dengan investasi (PAYDI) ini ramai mendapat protes dari konsumen lantaran tak sesuai dengan janji manis agen asuransi.

Politikus Wanda Hamidah, misalnya, belum lama ini mengungkapkan kekecewaannya terhadap salah satu unitlink lantaran besaran klaim yang terbilang kecil dibanding premi yang dibayarkan tiap bulannya.

infografis Kasus-kasus Asuransi satu dekade terakhirinfografis Kasus-kasus Asuransi satu dekade terakhir. (Foto: CNN Indonesia/Fajrian)

Direktur Pelayanan Konsumen Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sabar Wahyono, pada Maret, mengakui aduan terhadap produk asuransi unitlink terus menanjak.

Pada 2019, aduan yang masuk sebanyak 360. Setahun kemudian, aduan melonjak menjadi 593 laporan. Hingga Maret 2021, aduan mencapai 273 kali.

Sabar menyebut aduan didominasi oleh para konsumen yang merasa tertipu saat terjadi penurunan pada investasi mereka akibat mis-selling yang dilakukan oleh agen penjual asuransi.

Agen asuransi, katanya, kerap menggunakan simulasi investasi dengan asumsi investasi terus bertumbuh tanpa risiko.

Selain itu, Sabar menyebut ada pula akibat konsumen yang malas membaca polis tertulis dan tak paham betul dengan produk yang dibeli.

OJK menyebut jumlah nasabah unitlink pun berkurang signifikan dari 7 juta menjadi hanya 4,2 juta pemegang polis pada akhir tahun lalu.

[Gambas:Video CNN]



(wel/bir)
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER